Seperti pernah kita bahas di bagian “Loyalitas,” bahwa hanya ada sebagian kecil pemain sepak bola yang sangat setia terhadap klub yang dibela. Hal tersebut disebabkan karena ada banyak faktor yang memengaruhi mereka di era sepak bola moderen ini, di antaranya adalah uang, kehormatan, perlakuan fans dan media, karir, kemampuan bermain, pengaruh keluarga dan lain-lain.  Ikon klub adalah orang-orang yang mampu mengatasi semua faktor di atas oleh karena rasa cinta yang mendalam terhadap klub tersebut.  Pengabdian yang panjang yang didasari cinta  membuat orang-orang ini sangat dicintai fans, pengurus klub, dan seluruh penduduk kota tempat klub tersebut bernaung.

Di era sepak bola moderen terdapat beberapa pemain yang sangat mencintai  klub yang dibelanya, sehingga mereka dijadikan ikon klub sebagai penghargaan atas pengabdian panjang yang mereka lakukan.  Pemain-pemain tersebut antara lain:

KIPER

1. Iker Casillas

Iker Casillas adalah kiper yang sangat setia terhadap klubnya Real Madrid.  Dia adalah salah satu lulusan angkatan 1990-1991  sekolah sepak bola Real Madrid yang bernama La Fabrica.  Penampilan pertamanya bersama skuad utama Real Madrid adalah saat dia berusia 16 tahun, dan kala itu Real Madrid bermain melawan Rosenborg.  Sampai tahun 2013 ini Iker Casillas masih bermain untuk Real Madrid dan walaupun banyak tawaran kepadanya untuk hengkang karena belakangan ini dia sering dicadangkan, tetapi Iker Casillas masih tetap di Real Madrid. Kiper yang satu ini merupakan salah satu dari kiper terbaik dunia sepanjang sejarah, dan juga masih memegang rekor sebagai kiper termuda yang pernah bermain di Liga Champions bersama Real Madrid.

iker casillas

PEMAIN BERTAHAN

2. Javier Zanetti

Umurnya sudah memasuki kepala empat tetapi fisiknya masih prima, dan dia adalah salah satu pemain bertahan yang merupakan ikon Intermilan.  Sejak tahun 1995 sampai sekarang (2013), Zanetti bermain untuk Intermilan, meskipun banyak pemain serta pelatih yang datang dan pergi silih berganti, tetapi Zanetti tetap mengenakan seragam biru hitam.  Dia pernah datang juga ke Jakarta bersama Intermilan, dan dia pernah tampil menyanyikan lagu pop Argentina di sebuah  acara televisi Indonnesia.  Sikapnya yang ramah di luar lapangan dan disiplin di dalam lapangan, membuat semua pencinta Intermilan sangat mengaguminya.

3. Carles Puyol

Dia adalah salah satu bek terbaik Spanyol, dan dia adalah lambang Catalunya sejati.  Penampilannya yang khas dengan rambut yang mirip gurita membuat orang mudah mengenalinya.  Di lapangan, sosok yang satu ini sangat meledak-ledak jika sedang bermain, tak jarang di tim Barcelona dia sering menjadi jaminan di lini pertahanan.  Ada hal unik yang jarang orang ketahui tentang Carles Puyol, yaitu pertama kali bermain sepak bola dia bermain sebagai seorang kiper, tetapi karena cedera panjang akhirnya dia mengubah posisinya menjadi seorang striker. Saat masuk La Masia dia berganti posisi lagi atas anjuran pelatihnya menjadi seorang pemain bertahan.  Sejak tahun 1999 sampai sekarang Carles Puyol setia membela Barcelona.

4. John Terry

Pemain bertahan yang satu ini selalu menggunakan warna biru sebagai warna kebanggaannya.  Dialah John Terry, pemain bertahan Chelsea dan Tim Nasional Inggris.  Postur tubuh yang tinggi dan memiliki kelincahan membuat Terry menjadi salah satu bek terbaik Inggris.  Awalnya Terry adalah anak akademi sepak bola Westham United, akan tetapi di usia 14 tahun dia pindah ke akademi sepak bola Chelsea.  Dari tahun 1998 sampai sekarang (2013) Terry masih tetap memperkuat Chelsea dan menjadikannya salah satu ikon klub biru tersebut.  Terry adalah pemain belakang yang sering mencetak gol, dan itu membuat dia menjadi defender yang paling banyak mencetak gol sepanjang masa di liga Inggris.

5. Paolo Maldini

Menembus batas dan waktu adalah ungkapan yang layak disampaikan untuk pemain yang satu ini.  Dia adalah kebanggaan Italia dan AC Milan. Sosok bek kiri yang fenomenal dengan penetrasi, umpan-umpan akurat serta ketahanan fisik yang selalu prima.  Dari era Milan Dream Team sampai era Milan 2009 Maldini selalu ada untuk menjaga pertahanan AC Milan.  Pertama kali bermain untuk Milan adalah di tahun 1985, dan saat itu adalah era Milan Dream Team dengan tiga penyerang super tajam dari Belanda, serta empat orang pemain bertahan super gerendel yang salah satunya adalah Maldini muda.  Pemain ini memutuskan gantung sepatu di usia 41 tahun dan menjadikannya tokoh paling dicintai di AC Milan.  Nomor punggung Maldini yaitu nomor 3 dikeramatkan dan tak boleh digunakan oleh siapa pun, sampai nanti jika salah satu keturunan Maldini bermain untuk AC Milan baru nomor itu bisa difungsikan lagi.

back

PEMAIN TENGAH

6. Paul Scholes

Ketika Massimo Morati pemilik Inter Milan mencoba merayu Paul Scholes untuk pindah ke Intermilan, jawaban sederhana tetapi bermakna dilontarkan Paul: “Jika tuan Moratti ingin saya bermain di tim tuan, maka tuan Moratti harus membeli Manchester United!”  Woow. . . pernyataan yang sangat fenomenal.  Betapa pemain yang satu ini sangat mencintai klub yang membesarkan namanya yaitu Manchester United. Paul Scholes adalah salah satu gelandang terbaik Inggris dan Manchester United.  Sejak tahun 1995 sampai 2012 Paul membela Manchester United, dan dia adalah salah satu anak kesayangan Sir Alex Ferguson.

7. Steven Gerrard

Sosok kapten, pemimpin, teladan, dan pemain paling dihargai di Anfield adalah milik Steven Gerrard. Sepanjang karirnya, Gerrad hanya bermain untuk The Reds, meskipun sampai saat ini dia belum pernah mempersembahkan gelar liga Inggris untuk Liverpool tetapi semua pendukung Liverpool tetap mencintai sosok yang satu ini.  Saat Final Liga Champions 2005 Liverpool di babak pertama tertinggal dari AC Milan 3-0, semua orang sudah pesimis Liverpool bisa menang malam itu, akan tetapi Gerrard memimpin Liverpool, bermain tanpa kenal lelah, memberikan gol pembuka dan menyemangati semua pemain sepanjang babak kedua sehingga akhirnya Liverpool berhasil menang.  Real Madrid pernah menawarkannya penawaran fantastis yang akan menjadikannya pemain termahal di dunia, tetapi Gerrard menolaknya atas dasar cintanya kepada Liverpool.

8. Xavier Hernandez

Pemain tengah dengan umpan paling akurat dan paling banyak membuatnya menjadi pemain tengah terbaik untuk sepak bola moderen.  Dialah Xavier Hernandez atau yang kita kenal dengan panggilan Xavi.  Sebagai tulang punggung Tim Nasional Spanyol dan Barcelona, Xavi memegang peranan yang sangat vital di lini tengah.  Apa jadinya Tim Nasional Spanyol atau Barcelona tanpa kehadiran seorang Xavi?  Mungkin pertanyaan itu yang sering dikhawatirkan semua fans Spanyol dan Barcelona.  Xavi adalah jebolan akademi Barcelona La Masia, bermain untuk Barcelona pertama kali di tahun 1998 dan sampai sekarang (2013) masih memperkuat Barcelona.  Xavi sangat mencintai Barcelona sehingga ketika ada tawaran untuknya dia berkata “Saya menerima tawaran untuk pergi, tapi saya akan tinggal di sini selama mungkin.”

tengah

PEMAIN DEPAN

9. Francesco Totti

Dia dijuluki “Principe de Roma” atau Pangeran Roma, beberapa fans juga menjulukinya “Serigala yang Sebenarnya.”  Dialah sosok kapten fenomenal yang setia sampai saat ini bersama AS. Roma.  Dalam masa-masa sulit seperti kita ketahui bersama AS Roma adalah penghuni papan tengah liga Italia, sampai saat ini ketika AS Roma mulai memuncaki Serie-A, Totti tetap bersama dan tetap memimpin teman-temannya untuk menghadapi setiap lawan.  Sejak usia 16 tahun Totti sudah tergabung di tim utama AS Roma, dan mencetak gol pertamanya untuk AS Roma pada usia 17 tahun.  Para fans AS Roma tak akan melupakan sosok legendaris ini saat melakukan selebrasi menghisap jempol di setiap golnya.

10. Antonio Di Natale

Ada banyak striker terbaik yang dimiliki Udinese, tetapi sosok yang satu ini adalah striker abadi Udinese.  Dialah Antonio Di Natale yang hampir di setiap penampilannya selalu mencetak gol buat Udinese.  Usianya saat ini menginjak angka 36 tahun (lahir 1977), tetapi kecepatan dan kelincahannya masih sangat mengagumkan.  Asal klub Di Natale adalah Empoli, akan tetapi sejak Empoli degradasi ke Serie-B, Di Natale memutuskan untuk bergabung dengan Udinese sampai saat ini.  Juventus pernah memberi tawaran yang sangat besar untuk striker yang satu ini, tetapi Di Natale menolaknya mentah-mentah.  “Rumah saya adalah di Udinese, dan saya akan membuat sejarah bersama klub ini,” salah satu kutipan Di Natale kepada media.  Semua itu telah dia buktikan, Udinese adalah Di Natale dan Di Natale adalah Udinese.

11. Alessandro Del Piero

Juventini sangat mencintai pemain yang satu ini karena dia adalah pemain yang setia membela Juventus di segala kondisi.  Saat Juventus terdegradasi ke Serie-B karena kasus pengaturan permainan, Del Piero tetap setia bermain untuk Juventus sampai tim ini kembali ke Serie-A. Saat terakhir pun Del Piero tidak pernah ingin hengkang dari Juventus, akan tetapi pelatih Conte dan pihak manajemen Juventus agak sedikit bersikap mengusir dengan tidak memberikan Del Piero kesempatan bermain.  Akhirnya Del Piero hengkang ke Australia, dan pihak Juventus mendapatkan uang transfer, tetapi Del Piero tetap mencintai Juventus dan fans Juventus tetap mencintai Del Piero.

depan

Mereka semua di atas adalah ikon klub, dan yang dapat kita pelajari dari mereka adalah proses pengabdian panjang mereka terhadap sesuatu yang dicintainya.  Mungkin mereka tidak menjadi kaya dan  mendapatkan banyak gelar,  tetapi mereka menciptakan sejarah yang bersifat abadi dan tak akan mudah dilupakan semua orang.

≡ Gambar dari berbagai sumber.


Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.