~ Soal Berjuang Keras ~

Dalam sepak bola, tidak ada yang lahir begitu saja dan langsung menjadi hebat dengan otomatis.  Pemain-pemain besar menghabiskan ribuan jam untuk mengasah keterampilan mereka.  Johan Cryuff, sang legenda sepak bola Belanda, dianggap sebagai salah satu manusia jenius dalam sepak bola di bumi ini.  Tetapi semuanya dia mulai dari bawah.  Ibunya bekerja di klub Ajax.  Johan kecil menghabiskan waktu-waktu kosong dalam hidupnya dengan berlatih menendang bola sendirian.  Ia ada di lapangan itu hampir setiap hari.  Secara tidak sengaja, ada yang melihat Johan latihan dan diajaklah dia berlatih lebih intensif.  Tidak langsung jadi hebat, tapi Johan muda tetap memulai latihan dari dasar.  Setelah sesi latihan keras itu, sejarah mulai mencatat kejeniusannya.

Orang bule bilang, practice makes perfect, artinya latihan membuat kesempurnaan.  Lebih lagi, untuk menjadi pemain lapangan hijau yang besar, latihan saja tidak cukup.  Mereka harus jatuh cinta dengan permainan sepak bola, makan, tidur, dan hidup dengan sepak bola, ditambah lagi dengan disiplin ketat.  Ternyata, fasilitas hanyalah nomor terakhir. Sedangkan tekad kuat selalu jadi di nomor awal.

Negara tempat lahirnya banyak pemain lapangan hijau, Brazil, contohnya. Expertfootball.com menuliskan alasan-alasan, mengapa Brazil bisa menjadi negara sepak bola yang hebat.  Pertama, karena mereka justru lahir sebagai pemain bola dari jalanan. Mereka terbiasa main di tempat yang sempit.  Mereka biasa main di lapangan basket, dan tiang basket yang sempit itu jadi gawangnya.  Kebiasaan main di tempat sempit dan gawang yang sempit itu, justru sangat menolong mereka untuk terfokus.  Lihat saja akurasi Ronaldinho.  Konon, dia bisa men-dribel bola dengan entengnya, di dalam boks telepon umum!  Inilah salah satu jawaban, mengapa kemampuan men-dribel dari pemain-pemain Brazil di atas rata-rata pemain negara lain.  Kalau dibandingkan dengan Amerika yang jago basket, kasusnya sama.  Pemain basket terkenal Amerika, juga mulai main di jalanan.

Kedua, sepak bola di sono adalah olah raga paling favorit (seperti di negeri ini).  Ditambah lagi, cuaca di sono memang lebih enak untuk bermain bola.  Ketiga, ini yang mengagumkan, mereka tidak biasa dengan fasilitas.  Di jalanan tempat anak-anak bermain bola di Brazil, pelatih mereka adalah diri sendiri.  Mereka terbiasa memimpin diri sendiri untuk melatih diri dan mempertajam skill mereka, sehingga tanpa disadari, mereka sudah terlatih dari dalam diri mereka sendiri dan jadi pemimpin bagi diri sendiri.  Mungkin itu sebabnya, skill individu mereka rata-rata lebih baik daripada pemain-pemain Eropa yang cenderung lebih mapan.

cruyf dan pele

Cruyf dan Pele

Legenda sepak bola Brazil, Pele, mengatakan, “Sukses bukanlah sebuah kebetulan.  Tetapi sebuah kerja keras, ketabahan, pengertian, pembelajaran, pengorbanan, dan lebih dari itu, kecintaan pada apa yang kamu lakukan atau kamu pelajari.”  Yang mau saya bahas hanya mengenai ketabahan saja.  Dalam bahasa Inggris, ketabahan adalah perseverance, yang terdiri dari dua suku kata per (melalui) + severe (penderitaan) yang artinya: melalui penderitaan!  Jelas, bukan, ternyata kesuksesan Pele telah mengalami serentetan penderitaan, tekanan, dan kesusahan.  Persis seperti kisah hidup Pele yang berasal dari perkampungan kotor di Tres Coracoes, Brazil.  Ternyata berjuang keras melalui semua tantangan berat itu, adalah satu-satunya jalan untuk maju.

Di hadapan jiwa yang ingin maju, ada thousands of hours yang bisa digunakan untuk bekerja keras dan mempertajam kemampuan.  Selamat mempertajam!

≡ Gambar dari berbagai sumber

Comments

comments

Tags

 

2 Comments

  1. Kesuksesan adalah buah kerja keras, doa dan usaha yg kita lakukan…….btul apa yg dikatakan oleh Pele…

  2. Arahbola says:

    iya alif tanpa kerja keras kesuksesan hanya manipulasi semata….
    tolong si share web ini ke teman2 alif ya ; http://www.arahbola.org
    facebook page arahbola (silahkan di like)
    twitter arahbola (silahkan di follow)

Leave a Reply to Alif Zulfikar

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.