Pemanasan adalah salah satu bagian penting dalam olahraga sepak bola.  Kegiatan ini biasanya dilakukan sebelum pemain melakukan latihan rutin atau sebelum pertandingan.  Tujuan dari pemanasan adalah untuk mempersiapkan kondisi fisik pemain agar siap menghadapi latihan atau pertandingan sepakbola sehingga dapat mencegah terjadinya cedera.

Sejak tahun 1994 Federation Internationale de Football Association (FIFA) mulai berusaha untuk menekan angka cedera akibat latihan atau menjalani pertandingan yang terjadi pada pemain sepakbola.  Sebagai langkah awal, FIFA mengembangkan sebuah badan penelitian yang diberi nama FIFA Medical Assessment and Research Centre (F-MARC).  Tugas pertama dari F-MARC adalah untuk mendokumentasikan semua kejadian cedera yang terjadi pada pemain saat bertanding di level kejuaraan dunia dimulai dari Piala Dunia 1998 sampai sekarang.  Setelah itu, tugas selanjutnya adalah melakukan penelitian terhadap semua data kejadian cedera tersebut.  Penelitian dibagi atas empat langkah; pertama, memilih dan menentukan jenis cedera yang harus dicegah.  Kedua,  menelusuri bagaimana jenis cedera tersebut bisa terjadi; ketiga, merancang metode pencegahan; keempat, mempraktikkan metode pencegahan tersebut kepada sebanyak mungkin pemain sepak bola dan meninjau apakah jumlah cedera yang terjadi dapat berkurang.  Sebagai bahan pembanding, pemain dibagi dua grup yaitu grup yang diberi metode pencegahan dan grup yang tidak diberi.

Implementasi dari metode pencegahan ini di Swedia menunjukkan hasil positif di mana terjadi penurunan sekitar 75% angka kasus cedera pemain untuk semua jenis cedera.  Penelitian kemudian dilakukan untuk semua jenis usia dan segala jenis gender pemain sepakbola, dan metode pencegahan yang paling sesuai dirangkum dalam proyek F-MARC yang dinamakan “The 11.”  Pada penelitian selanjutnya F-MARC mengembangkan jenis metode pencegahan yang merupakan edisi penyempurnaan dari “The 11” yang diberi nama “11+”.

Penelitian terhadap pemain sepak bola yang menggunakan 11+ dan yang tidak menggunakan terus dilakukan.  Sebagian besar hasil penelitian menunjukkan bahwa tim sepakbola yang melakukan pemanasan dengan “11+” secara rutin dua kali seminggu mengalami penurunan 37% cedera selama latihan dan penurunan 29% cedera selama pertandingan.  Hasil penelitian ini salah satunya dipublikasikan di British Medical Journal tahun 2008.

 fifa-11-warm-up

 FIFA 11+ memiliki tiga bagian kelompok pemanasan yang berisikan total 15 jenis latihan. Bagian pertama adalah latihan berlari dengan kecepatan rendah dikombinasikan dengan peregangan dan kontrol benturan terhadap teman.  Bagian kedua adalah melakukan 6 jenis latihan yang berfokus pada titik berat dan kekuatan kaki, keseimbangan, lompatan, kelincahan dengan masing-masing memiliki tiga tingkatan kesulitan.  Bagian ketiga adalah latihan berlari dengan kecepatan menengah dan tinggi, yang dikombinasikan dengan gerakan menjejak & menggunting.

fifa-11-warm-up-chart

Fifa 11 Warm Up Chart

 Elemen kunci dari program pencegahan cedera yang efektif untuk pemain sepakbola meliputi pengembangan kekuatan inti, kontrol & keseimbangan neuromuscular, latihan hamstring, plyometrics dan kelincahan.

Pengembangan kekuatan inti mewakili unit fungsional, tidak hanya termasuk otot-otot batang (perut, punggung) tetapi juga daerah pinggul.  Menjaga stabilitas kekuatan inti adalah salah satu kunci untuk fungsi optimal lutut dan sendi.  Pemain sepakbola harus memiliki kekuatan yang cukup dan kontrol neuromuscular pada paha dan batang otot untuk membentuk kestabilan kekuatan inti.  Penelitian ilmiah membuktikan bahwa stabilitas inti memiliki peran penting untuk pencegahan cedera.

Kontrol neuromuscular dan keseimbangan mengintegrasikan aspek yang berbeda dari tindakan otot (statis, dinamis, reaktif), aktivasi otot (eksentris lebih dari konsentris), koordinasi (otot multi-sendi), stabilitasi, postur tubuh, keseimbangan, dan kemampuan antisipasi. Penelitian ilmiah  membuktikan bahwa pelatihan neuromuscular secara efektif dapat mencegah lutut dan cedera pergelangan kaki.

Plyometrics didefinisikan sebagai latihan yang memungkinkan otot untuk mencapai kekuatan maksimum dalam waktu sesingkat mungkin.  Di hampir semua olahraga, kontraksi otot eksentrik secara cepat diikuti oleh kontraksi otot konsentris, akibatnya latihan fungsional tertentu yang menekankan perubahan cepat pada otot ini harus digunakan untuk mempersiapkan pemain. Tujuan dari latihan plyometric adalah untuk mengurangi jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan kontraksi otot eksentrik dan menunda kontraksi otot konsentris.  Plyometrics mempresentasikan kemampuan untuk melatih pola pergerakan tertentu dalam cara biomekanikal yang benar, sehingga memperkuat fungsi otot, tendon, dan ligamen.  Latihan plyometrics dan kelincahan terbukti efektif dalam pencegahan cedera lutut, pergelangan kaki, dan beberapa jenis cedera lainnya.

 fifa-11-warm-up-effect

Penelitian terhadap metode 11+ ini terus dilakukan untuk penyempurnaan di kemudian hari. Sebagai pelatih dan pemain sepakbola mempraktekan cara pemanasan FIFA 11+ adalah sebuah langkah positif untuk mencegah terjadinya cedera saat latihan atau pun saat menghadapi sebuah pertandingan.

 

Referensi:

Soligard ,T., et al.  “A Comprehensive Warmup Programme To Prevent Injuries in Female Youth Football: A Cluster Randomised Controlled Trial.”  BMJ (Dec.,2008). 337:a2469. doi: 10.1136/ bmj.a2469

Soligard T., et al.  “Compliance With A Comprehensive Warm-Up Programme to Prevent Injuries In Youth Football.”  Br J Sports (2010)  44(11):787-793.

 

≡ Gambar dari berbagai sumber

Comments

comments

Tags

 

1 Comment

    Leave a Comment

     




     

     
     
    Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.