Fasilitas latihan adalah salah satu bagian yang sangat diperhatikan oleh tim sepakbola kelas dunia.  Persaingan yang sering kita lihat di dalam lapangan, sebenarnya adalah buah dari persiapan panjang yang dilakukan di luar lapangan.  Inovasi terus dilakukan oleh masing-masing tim entah itu tim nasional negara ataupun klub.  Dari tahun ke tahun setiap tim berusaha untuk membuat fasilitas latihan mereka efektif & efisien dalam mendukung teknik, fisik, taktik, dan mental pemain. Salah satu tim besar Eropa yaitu Borussia Dortmund mengembangkan fasilitas latihan canggih yang mereka namakan “The Footbonaut.”

footbonaut 2

Seorang pemain Borussia Dortmund di dalam fasilitas Footbonaut

          The Footbonaut adalah ruangan bujursangkar berukuran 14x14m dengan tinggi total 3,5 m.  Ruangan tersebut dikelilingi oleh 64 panel target yang berbentuk segi empat berukuran 1,5×1,5 m terbuat dari logam.  Pada bingkai masing-masing panel terdapat jalur lampu yang dapat memancarkan sinar berwarna hijau dan kuning.  Pada bagian tengah masing-masing sisi ruangan terdapat panel pelontar bola berukuran 1,5×1,5m dua tumpuk.  Panel pelontar tersebut mampu melontarkan bola ke arah pemain dengan kecepatan 60-120 km/jam.  Di belakang panel target dan diatas ruangan terdapat jaring penahan bola untuk diarahkan ke mesin conveyor yang kemudian mengalirkan bola ke masing-masing mesin pelontar.  Di bagian tengah terdapat lapangan dari rumput sintetis serta garis lingkaran dengan diameter 6 m.  Di semua bagian ruangan dan di panel target dipasang total 1500 sensor yang akan mencatat data pergerakan, arah, kecepatan, kondisi tubuh serta akurasi tendangan pemain.  Untuk penerangan dipasang 16 lampu diatas ruangan dan beberapa titik lampu di sekeliling ruangan.  Suhu udara diatur sesuai dengan temperatur latihan ideal.  Perangkat komputer untuk monitor pemain diletakan di ruang tersendiri dan disambungkan dengan semua sensor dan kamera pemantau.  Selain itu semua sensor dihubungkan dengan ipad untuk menampilkan hasil pencatatan komputer utama.

         Cara kerja footbonaut dimulai dari pemain memasuki ruangan bujursangkar ini, kemudian berdiri di tengah garis lingkaran.  Bola kemudian dilontarkan dari salah satu panel pelontar ke arah pemain dengan kecepatan yang bervariasi mulai dari 60 – 120 km/jam.  Bola yang dilontarkan bisa dalam keadaan berputar atau tidak berputar, tergantung pengaturan tingkat kesulitan.  Sebelum melontarkan bola, panel pelontar memberikan isyarat bunyi dan bingkai panel pelontar menyalakan lampu merah agar pemain dapat segera menyesuaikan posisi badannya.  Pemain kemudian berkonsentrasi untuk segera bereaksi menerima bola dan melakukan kontrol (kepala, dada, atau kedua kaki) dengan satu atau maksimal dua sentuhan.  Setelah melakukan kontrol, pemain dengan cepat harus langsung mengarahkan bola ke salah satu panel target yang secara acak menyalakan lampu hijau. Jika pemain terlambat melakukan tendangan ke panel target maka panel target tersebut akan berubah warna menjadi kuning.  Seorang pemain akan disuguhkan sekitar 200 bola untuk dikendalikan dan diarahkan ke panel target selama 15 menit.

footbonout change

        Tujuan utama  dari pelatihan dengan footbonaut adalah untuk meningkatkan kualitas stamina, kontrol bola, presisi, kecepatan, dan visi pemain untuk melakukan operan.  Ilmuan yang membuat  alat ini, Christian Guettler mengungkapkan bahwa sebuah sesi latihan dalam footbonaut selama 15 menit adalah sama dengan porsi seorang pemain selama sepekan jika berlatih secara konvensional.  “Umpan yang diberikan secara terus-menerus dan konstan dalam waktu yang begitu singkat dapat meningkatkan respon, akurasi dan naluri seorang pemain.”

        Saat ini fasilitas footbonaut sudah dikomersialkan, tim-tim liga jerman seperti TSG Hoffenheim juga sudah menggunakan teknologi ini. Untuk satu set lengkap fasilitas footbonaut, pengembangnya memasang harga sekitar $ 3,5 juta (atau sekitar Rp. 350 miliar).  Tetapi tidak menutup kemungkinan kalau di Indonesia kontraktor lokal dapat bekerjasama dengan Universitas terkemuka di bidang robot untuk mengembangkan fasilitas serupa dengan harga yang lebih murah.

It is the perfect tool to improve ball-handling skills, it demands precise skill used at speed in a physically tough environment. It’s quite a package!”

Jurgen Klopp – Borussia Dortmund Coach

 

 

Ξ Gambar dari berbagai sumber

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.