Olahraga adalah salah satu pilihan aktivitas yang dilakukan orang dewasa untuk meningkatkan kebugaran dan menjaga kesehatan.  Ada banyak jenis olahraga yang dapat dilakukan, yaitu jenis olahraga konvensional seperti jalan cepat di sekeliling perumahan, jogging, lari interval dan bersepeda, jenis olah raga di pusat kebugaran seperti berlari di treadmill, bersepeda statis, latihan beban, dan sebagainya, atau pun olahraga permainan yang disesuaikan dengan hobi masing-masing orang, salah satunya seperti bermain sepakbola.  Olahraga konvensional dan olahraga di pusat kebugaran mungkin akan dapat menjaga kebugaran, menurunkan berat badan, dan menjaga kesehatan, tetapi tidak selalu efektif seperti yang diinginkan karena tidak mudah dan harus dilakukan secara rutin yang memakan banyak waktu.  Sebuah penelitian terbaru berpendapat bahwa orang dewasa yang meluangkan waktunya untuk bermain sepakbola, menuai manfaat yang sama seperti orang dewasa yang terlibat dalam aktivitas olahraga konvensional dan olahraga di pusat kebugaran.

Para peneliti dari University of Copenhagen melakukan penelitian yang difokuskan pada efek kesehatan dan kebugaran dari bermain sepak bola.  Sebagian besar peneliti tersebut setuju bahwa saat orang dewasa melakukan olahraga konvensional dan olahraga di pusat kebugaran atau pun saat bermain sepak bola, akan sama-sama berguna untuk meningkatkan kebugaran dan menjaga kesehatan mereka.  Dalam ulasan ini, para peneliti Copenhagen juga membandingkan efek dari bermain sepak bola dan efek jenis latihan lainnya, khususnya jogging, lari interval dan latihan beban.

Secara umum subjek penelitian adalah orang-orang dewasa yang berpartisipasi dalam permainan sepak bola sebagai sebuah hobi. Usia subyek langsung digolongkan sebagai “Orang dewasa” bagi siapa pun yang berusia di atas 19 tahun.  Sebagian besar subyek adalah laki-laki tetapi ada juga beberapa subyek wanita.  Para subyek diminta terlibat dalam permainan sepak bola selama 10 sampai 24 minggu dan biasanya dimainkan 2-3 kali per minggu selama 30-60 menit per permainan.

bermain sepakbola

Berikut ini adalah ringkasan dari keseluruhan temuan dan kesimpulan.

Kebugaran: Subyek yang terlibat dalam pelatihan sepak bola meningkatkan VO2max mereka dengan rata-rata 13% pencapaian.  Perbaikan dilakukan dengan melakukan permaianan sepak bola penuh 11 vs 11 dan pertandingan kecil 5 vs 5.  Bila dibandingkan dengan program jogging atau lari interval dengan jumlah jam pelatihan yang sama, maka peningkatan kebugaran melalui permainan sepak bola adalah serupa.

Efek kardiovaskular: Bermain sepak bola berguna dalam menstabilkan tekanan darah istirahat (resting blood pressure) dan denyut jantung istirahat (resting heart rate).  Hal ini berdampak pada efek kesehatan yang signifikan dalam mengurangi risiko stroke dan serangan jantung.

Lemak dalam darah juga distabilkan melalui bermain sepak bola.  Kolesterol LDL (kolesterol jahat) diturunkan dan kolesterol HDL (jenis yang baik) bertambah setelah bermain sepakbola.  Selain itu, jika dikombinasikan dengan pengaturan nutrisi yang tepat, bermain sepakbola dapat meningkatkan toleransi glukosa dan kadar enzim otot pada pasien diabetes tipe II.  Dalam hal ini, semua perkembangan yang terjadi karena bermain sepak bola mirip dengan yang ditemukan pada olahraga konvensional dan olahraga di pusat kebugaran.

Komposisi tubuh: Bermain sepak bola menunjukkan penurunan pada lemak tubuh dan meningkatkan massa tubuh.  Perubahan massa tubuh tanpa lemak mencerminkan peningkatan massa otot dan serat otot hipertrofi.  Perubahan tersebut biasanya tidak terlihat setelah jogging atau lari interval.  Peningkatan serat otot hipertrofi yang diamati setelah bermain sepakbola sekitar 15% hampir sama dengan yang terlihat setelah latihan beban pada pria dari usia yang sama sekitar 18%.  Bermain sepak bola juga menimbulkan perubahan dalam kontrol neuromuskular yang dapat meningkatkan keseimbangan dan mengurangi risiko jatuh dan cedera sendi.

Massa tulang: Hasil penelitian menemukan bahwa kesehatan tulang mengalami peningkatan setelah bermain sepak bola.  Massa tulang kaki, tulang pinggul dan tulang belakang semua mengalami peningkatan.  Perubahan tersebut jauh lebih besar dibanding dengan melakukan jogging dan lari interval, serta agak mirip dengan melakukan latihan beban.

Persepsi terhadap aktivitas:  Mungkin salah satu temuan yang paling penting adalah bahwa persepsi  usaha yang dirasakan selama pelatihan sepak bola terasa lebih ringan daripada selama jogging dan olahraga beban.  Artinya, saat berolahraga pada tingkat usaha dan intensitas yang sama, peserta sepak bola hampir tidak merasakan melakukan usaha karena mereka menganggap diri mereka sedang bermain.  Hal ini berhubungan dengan faktor-faktor seperti fokus dan kenikmatan bermain sepak bola serta interaksi sosial dengan teman-teman.  Semakin peserta menikmati bermain sepak bola, semakin besar tingkat partisipasi mereka dan semakin besar manfaat bagi kesehatan.

Risiko Cedera: Pada sisi negatifnya, risiko cedera mungkin sedikit lebih besar ketika bermain sepak bola dibandingkan olahraga konvensional atau pun di pusat kebugaran. Hal ini disebabkan sepak bola adalah olahraga yang menyertakan kontak fisik pada pola gerakannya.  Namun, untuk bagian ini sulit untuk dibandingkan karena banyak dari penelitian risiko cedera tidak mempertimbangkan intensitas program.

Jadi sebagai alternatif olahraga, tidak ada salahnya kita sering bermain sepak bola karena selain efektif meningkatkan kebugaran, menjaga kesehatan, dan permainannya juga menyenangkan.

 

Referensi:

Krustrup P., et al.  “Recreational Football as A Health Promoting Activity: A Topical Review.”  Scandinavian Journal of Medicine and Science in Sports (2010); DOI: 10.1111/j.1600-0838.2010.01108.x.

≡ Gambar dari berbagai sumber

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.