Klub S. Marks (1884)

Ada satu klub yang dapat dikatakan sebagai  satu-satunya klub yang cikal bakalnya didirikan oleh seorang wanita.  Nama wanita itu adalah Anna Connell yang lahir pada 1855.  Ayahnya, Arthur Connell , adalah pendeta dari Christ Church , Harrogate, di sebuah kota di Inggris.  Pada 1865 Connell menjadi rektor Gereja St Mark di West Gorton.  Setelah sampai di kota ini, ternyata ada banyak pengangguran.  Maka pada Januari 1879, Connell mendirikan dapur umum dan dana bantuan bagi masyarakat miskin setempat.  Secara mengejutkan, dalam minggu pertama saja sudah tersedia lebih dari 1.500 galon sup, 1.000 roti dan 10 ton batu bara yang didistribusikan oleh Connell dan para pembantunya.

Anna Connell juga terlibat dalam pekerjaan masyarakat.  Dia sangat prihatin dengan konflik agama dan rasial di kota.  Biasanya setelah mereka mabuk-mabukan, sering terjadi perkelahian antara kelompok yang berbeda di kota itu.  Menurut Peter Lupson, penulis Thank God For Football (2006 ): “Pada waktu itu, West Gorton merupakan daerah yang sangat miskin.  Ada kepadatan penduduk, kemelaratan dan sanitasi yang buruk serta kemiskinan, juga pola hidup yang buruk.  Masyarakat mencari perlindungan dari minuman keras dan perang antar geng. . .  Anna sangat sedih melihat kondisi orang-orang ini yang hidupnya terbuang, dan ingin melakukan sesuatu bagi mereka yang bisa membalikkan arah hidup mereka.”

Lalu muncullah suatu ide dalam benak Anna Connell.  Ia percaya jika ia membuat sebuah klub bagi para pria ini, pasti akan membantu meningkatkan semangat masyarakat.  Dengan bantuan William Beastow dan Thomas Goodbehere dari Union Ironworks Brooks, ia mendirikan beberapa klub.  Ini termasuk tim kriket gereja St. Marks.  Dalam catatan, pertandingan pertama adalah pertandingan yang berlangsung di Gereja Baptis Macclesfield pada 13 November 1880.  Pemain termuda adalah 15 tahun bernama Walter Chew, yang tertua adalah Archibald MacDonald, seorang pengecor besi berusia 20 tahun.

Tim itu sukses besar.  Majelis Agung kota itu mengadakan satu pertemuan dan berkata pada Anna Connell, “Ini harus menjadi cikal bakal untuk melihat bagaimana gerakan ini telah dilaksanakan, dan penghargaan terbesar adalah karena nona Connell telah berani bertindak.  Tidak ada orang yang bisa melakukan hal ini sebelumnya – diperlukan suatu kebijaksanaan dan keterampilan seorang wanita untuk membuatnya begitu sukses.”

Di musim dingin, Anna Connell membentuk tim sepak bola gereja St. Marks.  Pada 1884 tim ini berganti nama menjadi Gorton Association Football Club.  Tim ini melibatkan tiga pemain, Walter Chew, William Beastow dan Edward Kitchen, yang sebelumnya adalah anggota dari tim kriket.  Beastow juga menyediakan perlengkapan yang baru, kemeja hitam dengan sebuah salib putih.

Pada Agustus 1887 klub pindah ke lokasi baru di Hyde Road.  Mereka juga berganti nama menjadi Ardwick.  Dua tahun kemudian klub membangun tribun yang mampu menampung 1.000 penonton.  Kemudian mereka bergabung dengan Alliance League dan pada 1891 Ardwick memenangkan Piala di kota mereka.  Musim berikutnya, mereka memenangi piala lagi dengan mengalahkan anggota dari Football League Bolton Wanderers, 4-1 di final.

Komite manajemen dari Football League memutuskan di April 1892 untuk membentuk Divisi II  dengan 12 klub serta memperluas Divisi Pertama untuk 16 tim.  Ardwick menjadi anggota Divisi II dan pada musim 1892-1893 finis di tempat ke-5 .

Joshua Parlby menjadi manajer Ardwick pada tahun 1893.  Tahun berikutnya Newton Heath bergabung dengan Divisi II.  Ardwick dan Newton Heath, berada di kota yang sama, tetapi masing-masing tidak mewakili kota.  Parlby berpendapat bahwa klub harus mengubah namanya dari Ardwick ke nama yang baru, sebuah nama yang kita kenal di masa kini.  Dari kota manakah kedua klub ini?  Ya, Manchester.  Newton Heath kemudian menjadi Manchester United dan Ardwick menjadi Manchester City.

 Gary James menulis, dalam bukunya Manchester City : The Complete Record ( 2006) : “Pemilihan nama itu langsung ditujukan untuk menciptakan sisi lain dari seluruh Manchester dan sebagainya, mungkin untuk pertama kalinya dalam sejarah wilayah ini, ada adalah sebuah organisasi untuk mewakili semua Mancunians tidak peduli apa status sosial, latar belakang, atau tempat kelahiran.”  Komite manajemen setuju dan klub dikenal sebagai Manchester City.

Ayah Anna, Arthur Connell menderita bronkhitis kronis dan pada bulan Juli 1897 ia dipaksa mengundurkan diri sebagai rektor Gereja St. Mark . Istrinya telah meninggal dua tahun sebelumnya dan Anna mengambil keputusan untuk menjadi perawat ayahnya sakit.  Mereka pindah ke Southport,  di mana diharapkan bahwa udara laut akan meningkatkan kesehatan Arthur, namun ia meninggal pada bulan Februari 1899.

Anna pergi untuk tinggal bersama dengan saudaranya yang sudah menikah di Walsall.  Kemudian keluarganya pindah ke Darlaston di mana kakaknya iparnya menjadi rektor.  Anna Connell meninggal setelah menderita serangan jantung pada 21 Oktober, 1924.

 Klub kaya Manchester City tidak pernah melupakan catatan sejarah seorang wanita lajang yang bersahaja itu sebagai bagian dari sejarah klub, bahkan menjadi satu-satunya klub ternama yang cikal bakalnya didirikan oleh seorang wanita!

 

Sumber: John Simkin –  http://www.spartacus.schoolnet.co.uk/MANCconnell.htm

Ξ Gambar dari berbagai sumber

 

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.