Dasar dari sebuah pembinaan yang berkualitas meliputi tiga hal yang saling terkait, yaitu program yang sistematis, pembina, pelatih atau mentor yang berkualitas dan fasilitas dan faktor pendukung yang baik.

sistem

 

PELATIH YANG BERKUALITAS

Dalam sebuah pembinaan yang baik, faktor pelatih merupakan faktor yang sangat penting dari pembinaan itu sendiri, segala konsep pembinaan dan pola pelatihan dikendalikan oleh sang pelatih.  Ketidakmampuan pelatih dalam menjalankan sistem pembinaan secara sistematis akan menghancurkan pembinaan tersebut.

Beberapa faktor yang dapat menjadi tolok ukur dari kualitas dari seorang pelatih adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki sertifikasi D dan C dari federasi, dalam hal ini PSSI.
  2. Kemauan untuk belajar yang tinggi menjadi faktor penting dari perkembangan seorang pelatih.  Cara belajar yang dapat dilakukan antara lain mengikuti seminar, pelatihan, membaca buku pelatihan, internet, dan sebagainya.
  3. Pelatih harus mempunyai spirit dan mampu melakukan koreksi kepada pemain yang melakukan kesalahan.
  4. Pelatih harus menjadi teladan yang baik bagi pemain, baik itu dalam perkataan maupun tingkah laku.  Pelatih harus memiliki integritas yang baik.
  5. Pelatih harus dapat memberikan motivasi kepada pemainnya.  Motivasi dapat dilakukan melalui perkataan maupun sikap tubuh yang positif
  6. Pelatih harus memilki konsep Student athlete. Mengutamakan pendidikan formal merupakan hal yang harus dilakukan sebelum menjadi atlet.
  7. Pelatih harus mampu memetakan potensi setiap pemainnya, melihat melalui latihan maupun pergantian posisi yang dilakukan.  Hal yang harus diperhatikan oleh pelatih antara lain:
    1. Teknik
    2. Speed dengan bola
    3. Speed tanpa bola
    4. Visi
    5. Penempatan posisi
    6. Karakter. Karakter menjadi faktor yang penting.  Pelatih harus memerhatikan hal ini karena kesuksesan pemain dan tim sangat dipengaruhi oleh karakter.  Pemain yang memiliki karakter kurang baik akan merusak suasana kondusif dalam tim.  Pemain dengan kualitas yang baik namun memiliki karakter yang buruk sama dengan nihil.
  8. Good Leadership.  Kepemimpinan pelatih akan sangat berpengaruh pada respek pemain kepada pelatih.  Pelatih dengan kepemimpinan yang baik akan menerima respek yang baik dari para pemain.  Sikap leadership yang harus dimiliki oleh pelatih antara lain:
    1. Mampu menjadi teladan hidup yang baik, dalam perkataan maupun perbuatan.
    2. Mampu menjadi penengah antar pemain jika terjadi perselisihan.
    3. Care.  Pelatih harus peduli dengan pemainnya, memerhatikan masalah pemain dalam aspek kesehatan, pendidikan, bahkan sampai masalah individu.
    4. Memiliki kredibilitas sebagai pelatih, mampu mengendalikan konsep pelatihan dengan benar dan baik
    5. Bersikap adil.  Pelatih harus memiliki sikap adil terhadap semua anak yang dilatihnya tanpa pilih kasih.
    6. Konsisten.  Menegakkan peraturan dengan tegas dan tanpa ada perubahan dalam berjalannya waktu
  9. Pelatih mampu menyusun program latihan dengan baik. Pelatih harus memiliki program latihan yang
    1. Realistis
    2. Variatif sehingga tidak membosankan
    3. Metodis, memiliki konsep yang jelas, rapi dan sistematis
    4. Sesuai dengan fundamental kepelatihan seperti fisik, teknik, taktik, mental dan karakter
    5. Tematis.  Pelatih harus mampu menentukan tema pada setiap latihan dengan variasi yang dilakukan.
    6. Memiliki keterkaitan dalam setiap latihan.  Materi yang diberikan harus saling terkait sehingga menciptakan sebuah program latihan yang baik.
    7. Terencana dengan baik.  Pelatih harus mampu merencanakan latihan dengan baik sesuai dengan kebutuhan latihan.  Perencanaan meliputi tema latihan, perlengkapan latihan sampai detail waktu latihan agar menghasilkan pola latihan yang efektif.
  10. Pengetahuan taktik bermain.  Pelatih harus mampu mengusai taktik menyerang dan bertahan, sampai pada situasi standar seperti lemparan ke dalam, tendangan bebas, tendangan penjuru sampai proses tendangan gawang.  Pelatih harus mampu menentukan taktik pada hari pertandingan, mampu menentukan pemain, formasi, strategi, menganalisis kelemahan dan kekuatan lawan, serta mampu menentukan pergantian pemain.

 

Referensi:

Scheunemann, Timo.  Kurikulum dan Pedoman Dasar Sepak Bola Indonesia.  PSSI, 2012.  

 

Seri Basic Coaching – Sistem Pembinaan Yang Berkualitas:

  1. Pelatih Yang Berkualitas
  2. Fasilitas dan Faktor Pendukung Yang Berkualitas
  3. Program Pembinaan Yang Sistematis

 

 

Gambar dari berbagai sumber

Comments

comments

Tags

 

2 Comments

    Leave a Comment

     




     

     
     
    Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.