Tampaknya hampir setiap hari selalu ada suplemen gizi baru yang muncul di pasaran. Salah satu suplemen gizi yang mendapat banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir adalah antioksidan.  Aneka vitamin seperti C, E dan beta-karoten bersama dengan buah-buahan seperti blueberi dan stroberi dianggap memiliki antioksidan yang kuat.  Beberapa pendapat menyatakan bahwa antioksidan memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk dapat meningkatkan kinerja latihan.  Apakah ini benar?  Dapatkah antioksidan menguntungkan atlit (pemain sepakbola) ?  Dr. Scott Powers dari University of Florida adalah salah satu peneliti terkemuka yang penelitiannya berfokus pada latihan dan antioksidan.  Dia telah menerbitkan sebuah artikel yang berfokus pada suplemen antioksidan dan kinerja.  Dalam ulasannya, ia menyimpulkan bahwa sebenarnya ada sedikit bukti ilmiah yang mendukung penggunaan suplemen dalam dosis yang tepat tetapi dalam dosis yang tinggi suplemen dapat berbahaya bagi kinerja atlit.

antioksidan protected

 

Oksigen reaktif terbentuk selama proses metabolisme normal.  Beberapa kondisi menyebabkan produksi yang lebih besar dan kondisi ini dikenal sebagai sebagai stres oksidatif.  Sel dilengkapi dengan pertahanan antioksidan sendiri sehingga sebagian besar kondisi stres oksidatif mudah ditangani oleh sel.  Dalam beberapa kondisi patologis, stres oksidatif dapat meningkat sangat besar atau antioksidan pertahanan sel dapat tidak mencukupi.  Dalam kondisi-kondisi seperti ini, oksigen reaktif terakumulasi dan berpotensi merusak berbagai sel sehingga dapat menjadi parah.

Selama latihan, metabolisme meningkat 10-20 kali dari normal.  Akibatnya, sel-sel otot menjalani masa stres oksidatif dan ada kenaikan dalam jumlah oksigen reaktif yang dihasilkan.  Namun, kenaikan ini relatif kecil dan sangat sementara dibandingkan dengan kondisi saat sakit.  Namun demikian, beberapa peneliti telah menghubungkan antara latihan dengan stres oksidatif untuk pencapaian kinerja.  Mereka merasa bahwa stres oksidatif memainkan peran kunci sebagai penyebab  kelelahan selama aktivitas berkepanjangan yang berlangsung lebih dari 30 menit.  Dengan memberikan pertahanan yang lebih besar terhadap oksigen reaktif melalui suplemen antioksidan maka kelelahan dapat ditunda.

Di sisi lain, banyak juga peneliti yang menunjukan bahwa orang sehat dan normal memiliki antioksidan alami yang cukup untuk perlindungan terhadap oksigen radikal.  Antioksidan alami ini dapat difungsikan juga selama latihan.  Enzim dan senyawa antioksidan yang berlimpah ditemukan dalam sel-sel otot yang sangat mampu untuk melawan oksigen reaktif.  Bahkan salah satu manfaat dari latihan adalah meningkatkan perlindungan terhadap stres oksidatif.  Latihan ternyata membangun sistem pertahanan yang lebih kuat.  Penemuan tersebut memimpin kelompok ini untuk menyatakan bahwa oksigen reaktif berperan minimum sebagai penyebab kelelahan.

Hal ini akhirnya menjadi perdebatan, apakah suplemen antioksidan dapat meningkatkan kinerja latihan dan berpengaruh positif bagi pemain sepakbola?

Dalam ulasannya, dr. Powers menekankan poin penting terkait hal ini.  Bukti baru memaparkan bahwa saat menghadapi latihan, kemudian melakukan antisipasi stres oksidatif sebenarnya dapat berdampak negatif.  Oksigen reaktif diidentifikasi dapat memicu otot untuk beradaptasi dengan proses pelatihan.  Dua penelitian terbaru menekankan hal ini.  Keduanya menunjukkan bahwa mengkonsumsi suplemen antioksidan dengan sejumlah besar vitamin E dan C dapat memperlambat proses adaptasi otot terhadap latihan.

Intinya adalah bahwa suplemen antioksidan tidak diperlukan bagi para pemain sepakbola yang dalam kondisi sehat serta memiliki pola makan yang tepat.  Satu-satunya pengecualian adalah bagi pemain sepakbola yang makan tidak teratur.  Mereka yang melewatkan makan, tidak makan porsi yang tepat buah-buahan dan sayuran atau mencoba untuk menurunkan berat badan berlebih dengan memotong kalori dapat mengambil manfaat dari suplemen vitamin yang mengandung antioksidan.  Jika tidak, pola makan yang sehat akan memberikan lebih dari pertahanan yang memadai terhadap stres oksidatif dan memungkinkan adaptasi pelatihan.

Hampir semua penelitian tentang suplemen antioksidan mengambil subjek pemain sepakbola dewasa.  Untuk pemain sepakbola usia muda bagaimana?  Jawabannya sederhana, tidak dibutuhkan suplemen antioksidan untuk pemain muda.  Cukup fokus pada nutrisi yang tepat sehari-hari adalah kunci dari perkembangan pemain muda.

 

Referensi:

Stear, S. J., et al.  A-Z of Nutritional Supplements, Sports Nutrition Foods and Ergogenic Aids for Health and Performance Part 3.  British Journal of Sports Medicine, 43:890-892.  2009.

 

≡ Gambar dari berbagai sumber

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.