Pemain sepak bola sering diminta untuk berlatih atau bertanding pada hari yang panas dan lembab.  Kondisi ini menyebabkan pemain mengeluarkan keringat berlebihan dan kehilangan cairanJika cairan tidak segera diganti, terjadi dehidrasi yang mempengaruhi kinerja pemainPenelitian menunjukkan bahwa kehilangan cairan sebesar 1-3% dari berat badan dapat menurunkan kecepatan, kekuatan serta kemampuan teknis.  Sedangkan kehilangan cairan lebih dari 3% dapat menyebabkan masalah kesehatanSebuah studi baru dari Laboratorium Kinerja Manusia di University of Connecticut menemukan bahwa dehidrasi mungkin memiliki konsekuensi lain.  Panas dan dehidrasi ternyata dapat memengaruhi fungsi kontrol neuromuskular dan meningkatkan risiko terjadinya cedera sendi.

eat_drink_soccer_diet

Para peneliti (Distefano et al., 2012) meneliti efek dari panas dan hidrasi pada keseimbangan dan gerakanSubyek diminta untuk berlatih selama 90 menit pada empat kali kesempatan yang berbedaUntuk dua sesi, suhu lingkungan yang tinggi (34 ° C atau 93 ° F) dari untuk pembanding pada suhu lingkungan yang lebih rendah (18 ° C atau 64 ° F).  Setelah berlatih pada setiap suhu dan tidak minum selama latihan, subyek melaporkan ke laboratorium dalam keadaan sedikit dehidrasi (hypohydrated).  Pada dua kesempatan lain, mereka diminta untuk minum sebelum latihan dan diberi minuman selama latihanSebelum dan setelah setiap sesi latihan, keseimbangan dan sudut sendi diukur selama rangkaian kegiatan statis (misalnya berdiri di atas satu kaki) dan gerakan dinamis (misalnya melompat dan mendarat).

Para peneliti menemukan bahwa di bawah kondisi panas dan dehidrasi, terjadi dampak negatif terhadap  latihan keseimbangan dan latihan keterampilan gerak.  Ketika berdiri di satu kaki, dehidrasi mengakibatkan lebih bergoyangnya pinggul, lutut dan pergelangan kaki sehingga melakukan gerakan-gerakan yang tidak diinginkanKetika mendarat dari melompat, para peneliti juga menemukan jenis-jenis teknik pendaratan yang buruk.

Penting untuk dicatat bahwa di bawah panas dan dehidrasi, subyek kehilangan hampir 6%  berat badan mereka dan harus lebih keras berlatih serta dalam saat bersamaan harus menetralkan denyut jantung.  Ini adalah kondisi yang agak ekstrem, yang jelas menimbulkan stres fisiologis yang luar biasaDengan demikian, hilangnya kontrol gerakan dipengaruhi oleh panas dan dehidrasi yang mengakibatkan kelelahan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelelahan berdampak negatif terhadap kontrol neuromuskular dan peningkatan risiko cedera.

Mengapa kontrol neuromuskular penting?  Kehilangan kontrol neuromuskular dapat menyebabkan lemahnya keseimbangan dan ketidakmampuan untuk melakukan teknik olahraga tertentu.  Lemahnya keseimbangan dan kesalahan teknik gerakan adalah komponen penting yang mengakibatkan cedera sendiOtot bekerja dengan ligamen dan jaringan ikat lainnya untuk menstabilkan sendi.  Teknik yang tepat menjamin bahwa tegangan normal diterapkan dengan benar dan jika salah mungkin menyebabkan keseleo ligamen atau pecah. Contoh, kurangnya kontrol neuromuskular dapat menyebabkan pemain saat melompat, mendarat dengan kedua lutut yang agak condong ke dalam  (knock kneed position/valgus collapse) daripada dengan kedua lutut yang sejajar di atas kakiHal ini dapat mengurangi kemampuan paha belakang untuk membantu menstabilkan lututKondisi ini menyebabkan stres ACL dan meningkatkan risiko ligamen pecah.  Dengan demikian, panas dan dehidrasi berpengaruh dalam mengurangi keseimbangan dan menyebabkan hilangnya kontrol neuromuskular serta berlanjut ke teknik pendaratan yang buruk, sehingga berisiko pada terjadinya cedera lutut dan pergelangan kaki.

knock-knees

Apakah dehidrasi juga menjadi masalah bagi pemain mudaPenelitian kedua difokuskan kepada pemain-pemain muda yang mengikuti sebuah kamp sepak bola selama 5 hariHasil penelitian menunjukkan bahwa banyak pemain tiba di tempat pelatihan dalam keadaan hypohydrated (Arnaoutis et al., 2012)Artinya, mereka tidak mengalami dehidrasi, namun status hidrasi mereka sudah sangat mendekati kondisi dehidrasi.  Pemain tidak cukup minum selama atau setelah latihan untuk menggantikan cairan yang hilang, sehingga selama kamp banyak pemain yang mengalami dehidrasi.  Tuntutan fisik sebuah kamp sepak bola (sesi latihan ganda setiap hari) dan perubahan dalam kebiasaan makan dan minum memungkinkan banyak pemain tidak dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka.  Panas dan dehidrasi menyebabkan hilangnya kontrol neuromuskular sehingga  menyebabkan banyak pemain muda tersebut dekat pada risiko cedera.

Situasi yang sama bisa terjadi selama turnamen sepak bola akhir pekan yang dilangsungkan pada iklim yang panasTanpa minum yang cukup, bermain beberapa pertandingan secara berurutan dalam 3 hari dapat mengakibatkan dehidrasi, kehilangan kinerja dan meningkatkan risiko cederaDengan demikian, penting untuk selalu menjaga jumlah cairan tubuh dengan minum sebelum dan setelah pelatihan atau pertandinganPemain harus minum banyak cairan di hari-hari menjelang turnamen untuk mengurangi risiko dehidrasiMereka juga harus berusaha untuk mengisi 1,5 kali jumlah cairan yang hilang setiap pertandingan (Jumlah cairan yang hilang dapat diperkirakan dengan perbandingan berat badan yang hilang, 1 kg = 1 Liter cairan).

Fokus dari penelitian ini adalah risiko cedera yang berhubungan dengan dehidrasiNamun, yang perlu selalu diingat bahwa dehidrasi dapat mengakibatkan kondisi medis yang lebih serius mulai dari ketidaknyamanan ringan sampai stroke dan kematianPemain yang hampir atau mengalami dehidrasi sebaiknya segera berhenti bermain atau latihan, pindah ke lingkungan yang dingin dan segera melakukan prosedur untuk mengatasi dehidrasi seperti minum yang banyak atau meminta pertolongan medis.

Soccer_players_rehydrating_resize

Ada banyak faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko cedera pada seorang pemain sepakbola,  kedua penelitian ini menambahkan strategi pencegahan sederhana yaitu menjaga kondisi cairan tubuh tetap seimbangSebelum pertandingan atau pelatihan minumlah secukupnya, sesudah pertandingan minumlah secukupnya juga untuk mengganti cairan yang terbuang selama bermain atau berlatih tersebut. Hal itu membuat dehidrasi dapat dihindari, sehingga risiko cedera dapat berkurang dan sebagai bonus kinerja pemain dapat dipertahankan sepanjang pertandingan.

 

Referensi:

Rnaoutis, G., et al.  Ad Libitum Fluid Intake Does Not Prevent Dehydration in Sub-Optimally Hydrated Young Soccer Players During a Training Session of A Summer Camp.  International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolism, 2012.

Distefano, L. J., et al.  Hypohydration and Hyperthermia Impair Neuromuscular Control After Exercise.  Medicine and Science in Sports and Exercise, doi: 10.1249/MSS.0b013e3182805b83.  2012.

 

≡ Gambar dari berbagai sumber

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.