Kalau mau jujur, sebenarnya dalam dunia profesional seperti sepak bola, apa ukuran loyalitas?  Apakah karena, “Lu bisa kasih gue berapa?”  Jika jumlah ”berapa” itu banyaknya minta ampun, lalu seorang pemain bekerja dengan giat, apakah itu loyalitas?

Tidak banyak pemain yang loyal terhadap timnya.  Kalaupun ada, belum tentu juga timnya loyal terhadap si pemain.  Loyalitas di dalam dunia profesional bergaji luar biasa malah lebih sulit, dibandingkan dengan dua orang sederhana yang mau menjalin persahabatan sehidup semati.  Tetapi ketika duit sudah muncul di dalam relasi mereka, loyalitas bisa sirna seketika.

Dalam dunia fulus, sulit cari orang yang tulus, karena kebanyakan melakukan semuanya untuk kepentingannya sendiri agar berjalan mulus.  Yang tulus malah [sorry] . . . “Mampus.”  Ketika uang menjadi tuan, manusia yang seharusnya menjadi tuan malah diperbudak oleh benda mati itu.  Siapa pun yang dikendalikan benda mati tidak akan pernah dapat memiliki loyalitas terhadap apa pun, karena prinsip hidupnya dikendalikan oleh keuntungan.  Mana yang lebih menguntungkan, itulah yang dikejar.

Alan-Shearer

Alan Shearer

Tapi, mungkin ada orang yang berpkir berbeda.  Seseorang yang memang dikenal loyal dengan timnya, Newcastle United.  Siapa lagi kalau bukan Alan Shearer.  Ia mengatakan, “Jika kamu mengambil uangnya pergi, banyak pemain sepak bola akan tetap bermain bola.  Jadi, uang tidak memengaruhinya.  Di Barcelona, Xavi Hernandes mengatakan kepada Majalah Four Four Two [Februari 2010], “Matt Le Tissier”:Saya seperti Matt Le Tissier, tetapi bagi Barca.  Saya menerima tawaran untuk pergi, tapi saya akan tinggal di sini selama mungkin.”  Pula ia mengatakan, “. . .Uang bukanlah hal yang terpenting dan saya adalah fan Barca seumur hidup.”

Mengenai pengabdian, kita harus mengenang mantan pelatih timnas di negeri ini bernama Tony Pogacknik.  Pelatih asal Yugoslavia yang melatih timnas Indonesia pada tahun 1954-1964 dan 1977 di era Maulwi Saelan, Tanoto dan Ramang ini telah menanamkan begitu banyak suntikan semangat pada timnas di era itu.  Pernyataannya yang terkenal adalah: “Mau bermain bola atau mengubah sejarah?”  Kalimat ini membuat Indonesia menahan Uni Soviet 0-0 pada babak kedua Olimpiade Melbourne 1956, setelah sebelumnya meraih medali perunggu Asian Games 1954.

tony pogacknik

Tony Pogacknik

Sejarah kehadirannya di tanah air juga unik.  Alkisah, ia bisa sampai ke Indonesia karena lobi Presiden Soekarno dan presiden Tito.  Berkiprah selama 10 tahun, ia telah membentuk dua tim kuat, yaitu tim Banteng dan tim Garuda.  Ia telah memperkenalkan permainan sepak bola modern ke negeri ini.  Ia berupaya untuk menggabungkan ilmu yang dimilikinya dengan karakteristik pemain Indonesia.  Beliau pernah berkata, “Untuk kecepatan jarak pendek 10-15 meter, pemain Indonesia nomor satu di dunia.”

Kecintaan dan dedikasinya pada Indonesia terlihat saat kualifikasi Piala Dunia 1978 di Singapura ketika ia menangis saat Indonesia dikalahkan Hongkong 1-4.  Namun yang paling mengesankan bagi kita adalah pernyatannya yang berikut: “Tentu saja saya mencintai negeri kelahiran saya Yugoslavia, tetapi saya juga mencintai Indonesia.  Saya ingin menjadi warga negara negeri ini dan terkubur di sini,” ujarnya di tahun 1974.  Sungguh mengharukan ketika empat tahun kemudian dalam usia 64 tahun ia meninggal dunia dan dikebumikan di Jakarta [Sumber: Four Four Two Indonesia, Agustus 2010, 99].

I think that what I’ve done with Udinese will go down in the history of the club. I don’t see that as something insignificant. The truth is that I’ve found my natural home in Friuli and I’ve never thought about leaving a team, a town and a family who have adopted me like a son.
Antonio Dinatale – Pemain Udinese
≡ Gambar dari berbagai sumber

Comments

comments

Tags

 

6 Comments

  1. Jadi teringat juga pada paul scholes yang dirayu massimo moratti, dia bilang, jika ingin memilikiku, beli manchester united.. kereenn..

  2. Anthony Rudolf Patty says:

    artikel keren.. sudah jarang sekali pemain yang loyal terhadap klub.

  3. Arahbola says:

    paul scholes memang salah satu pemain yang sangat loyal sama MU, semua teman seangkatannya kecuali ryan gigs telah pergi, tetapi dia masih setia sampai pensiun di MU

  4. Jangan lupa d Italia ada Francesco Totti dan Daniel De Rossi , Loyalitas Tanpa Batas…

Leave a Reply to Maria Christine Handayani

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.