Tendangan rabona adalah salah satu jenis tendangan yang memiliki tingkat kesulitan sangat tinggi. Tendangan ini biasanya digunakan untuk mengelabui pemain lawan atau untuk menendang dengan kaki dominan saat bola berada di posisi kaki yang tidak dominan. Contoh misalnya ada seorang pemain yang kaki dominannya adalah kaki kanan, saat di pertandingan pemain ini berada di sisi kiri lapangan dan harus segera melakukan umpan ke temannya di kotak penalti tanpa sempat cut inside, maka pemain tersebut melakukan rabona dengan kaki kanan untuk akurasi umpan dan ketepatan waktu. Salah satu pemain sepak bola yang sering mempraktekan gerakan ini adalah Angel di Maria, pemain ini sering melakukan umpan dengan rabona, dan terkadang juga mencetak gol dengan tendangan ini.

Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan rabona :

  1. Perhatikan kondisi sekitar, perhatikan posisi lawan dan target
  2. Ayunkan kemudian letakan kaki tumpuan disamping bola, dengan posisi bola berada 20-30 cm di kaki bagian luar. Kaki tumpuan diayunkan tetapi tidak menendang bola, sehingga membuat gerakan seakan-akan akan menendang dengan kaki tumpuan padahal hanya meletakan kaki tersebut di samping bola. Ujung kaki tumpuan sebisa mungkin menghadap target agar akurasi tendangan bisa sempurna. Kaki tumpuan berperan penting untuk menjaga keseimbangan dan kekuatan tendangan, untuk itu hal pertama yang harus terus dilatih adalah cara meletakan & memposisikan kaki tumpuan.
  3. Setelah letak dan posisi kaki tumpuan sudah pas, maka kaki tendang diayunkan berputar dibelakang kaki tumpuan. Saat kaki tendang sedang diayunkan, lutut di kaki tumpuan agak ditekuk agar memberikan ruang untuk kaki tendang mengayun, dan untuk menjaga keseimbangan badan. Bagian kaki yang akan bersentuhan dengan bola adalah bagian atas kaki sebelah depan. Bagian bola yang harus ditendang adalah bagian bawah bola agar mendapatkan lintasan bola yang melambung dan akurat. Setelah menendang bola, kaki tendang dan kaki tumpuan harus sedikit melompat dan bergerak ke depan atau samping sebagai gerakan lanjutan agar tidak terjadi cedera.
  4. Lengan yang berada sama dengan kaki tumpuan wajib diayunkan bersamaan saat mengayunkan kaki tumpuan dan kaki tendang. Sementara lengan yang berada sama dengan kaki tendangan juga agak diangkat agar menjaga keseimbangan badan. Posisi badan juga harus diputar menghadap target agar mendapatkan tendangan yang keras dan terukur.
  5. Posisi mata dan kepala harus terus melihat bola selama proses melakukan rabona, karena mengingat jenis tendangan ini adalah tendangan yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
  6. Saat melakukan tendangan rabona usahakan senyaman mungkin meletakan kaki, mengayunkan kaki, serta memutar badan dan lengan, karena tendangan ini jika dipaksakan dan salah posisi akan dapat berakibat cedera.

Demikian langkah langkah dari cara melakukan tendangan rabona, semoga bermanfaat dan dapat dipraktekan saat bermain atau bertanding sepak bola.

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.