Cedera adalah hal yang sangat mungkin terjadi pada saat bermain sepakbola. Kesalahan bergerak, tabrakan dengan pemain lain, kondisi lapangan yang buruk, dan berbagai faktor lainnya dapat membuat seorang pemain mengalami cedera. Pertolongan pertama saat seorang pemain mengalami cedera dapat dilakukan dengan menggunakan Prosedur R.I.C.E. Prosedur ini pertama kali diperkenalkan tahun 1978 oleh seorang ahli sports medicine lulusan Havard yang bernama Gabe Mirkin. Dalam Prosedur ini terdapat empat langkah pertolongan pada saat seorang pemain sepak bola mengalami cedera saat bermain atau berlatih.

Rest atau Istirahat
Langkah ini adalah langkah pertama yang harus dilakukan saat seseorang mengalami cedera. Segera memposisikan orang tersebut di tempat yang bebas dari gangguan dan bagian tubuh yang cedera pada orang tersebut tidak boleh digunakan untuk melakukan hal apapun. Istirahat dilakukan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya cedera berkelanjutan yang lebih parah pada bagian tersebut dan juga mempercepat proses penyembuhan luka. Contohnya ketika dalam pertandingan sepakbola seorang pemain melompat hendak berebut bola tetapi pada saat mendarat pemain tersebut mendarat dengan posisi yang salah dan berakibat engkel kakinya cedera, maka pemain tersebut harus segera diangkat dan diposisikan di luar lapangan, tidak melanjutkan pertandingan, dan beristirahat di tempat yang nyaman.

Ice atau Es
Langkah kedua adalah menempelkan es yang telah diletakan di dalam sebuah wadah ke permukaan bagian kaki pemain yang cedera. Penggunaan es ini bertujuan untuk membatasi pembengkakan, serta mengurangi rasa nyeri dan kejang otot. Es batu dipecahkan menjadi ukuran kecil-kecil masukan kedalam plastik serta dibungkus handuk kemudian tempelkan pada bagian yang cedera. Wadah es batu tersebut dapat berupa plastik dan handuk, atau kaos kaki, atau jenis kain yang lembut lainnya asalkan hindari es batu tersebut langsung bersentuhan dengan kulit. Pemberian es ini dilakukan sesegera mungkin selama 15 menit kemudian dilepas, ulangi langkah ini setiap 2 jam. Lakukan terus langkah pemberian es ini berulang-ulang selama 24 jam kedepan.

Compression atau kompres
Langkah ketiga adalah kompres atau melakukan tekanan pada bagian kaki pemain yang cedera tersebut. Kompres dilakukan untuk membantu aplikasi es dan membatasi proses pembengkakan agar dapat mempercepat proses rehabilitasi. Kompres dilakukan dengan cara melilitkan verban elastis pada bagian kaki yang cedera. Verban yang dililitkan hendaknya jangan terlalu ketat karena dapat menyebabkan gangguan sirkulasi dengan gejala-gejala seperti kesemutan, gemetar, nyeri, dan sebagainya. Jika terjadi pendarahan lilitan verban ini juga dapat menghentikan pendarahan. Lilitan verban ini tetap dipasang selama 24 jam kedepan.

Elevation atau mengangkat
Langkah keempat adalah menempatkan bagian kaki pemain yang cedera tersebut pada posisi yang lebih tinggi dari posisi jantungnya, hal ini dilakukan agar dapat mendorong cairan keluar dari daerah yang mengalami pembengkakan. Selain itu langkah elevation ini berfungsi membantu pembuluh darah vena untuk mensirkulasikan darah kembali dari bagian kaki yang cedera ke jantung sehingga mencegah terjadinya penumpukan darah di bagian yang cedera. Cara melakukan langkah ini adalah pemain didudukan di posisi yang nyaman, kemudian kaki yang cedera diangkat keatas kursi atau tangga atau bagian yang lebih tinggi 15-30 cm di atas ketinggian jantung pemain. Proses elevation ini sebaiknya dilakukan terus menerus sampai pembengkakan menghilang.

Pertolongan Pertama Pada Cedera Sepakbola dengan Prosedur R.I.C.E adalah prosedur yang dilakukan hanya untuk keadaan sementara. Untuk jangka panjang dan langkah pemulihan sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan dokter. Hal terpenting yang tidak boleh dilupakan adalah selama melakukan R.I.C.E usahakan tetap menggerakan bagian yang cedera sesekali untuk merangsang tubuh melakukan pemulihan lebih cepat.

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.