keluarga-3

Di dalam sepak bola yang dibutuhkan bukan seorang superman tetapi super team. Peribahasa tersebut mungkin sudah sangat sering kita dengar di dunia sepak bola, tetapi apa yang ditampilkan Tim Nasional Indonesia di pagelaran Piala AFF 2016 bukanlah sebuah super team melainkan mereka bermain sebagai sebuah keluarga.
Tim Nasional Indonesia di tahun 2016 bukanlah tim yang memiliki kualitas tinggi seperti Thailand ataupun Vietnam. Hal ini disebabkan kekuatan sepak bola Indonesia masih dalam masa pemulihan selepas hukuman FIFA selama satu tahun terakhir. Banyaknya masalah yang menghampiri persepakbolaan Indonesia sejak beberapa tahun terakhir seakan-akan memperjelas status Indonesia sebagai negara dengan kekuatan yang lemah di Asia Tenggara. Sebelum Piala AFF 2016 bergulir peringkat Tim Nasional Indonesia adalah 191 dunia (FIFA Men’s Ranking 11 August 2016), peringkat tersebut adalah yang terendah dari semua peserta Suzuki AFF 2016. Peringkat Thailand 120, Filipina 134, Vietnam 138, Myanmar 159, Singapura 160, Malaysia 167, dan Kamboja 180. Satu-satunya negara Asia Tenggara yang berada di bawah peringkat Indonesia adalah Brunei Darusalam 198 tetapi Brunei Darusalam tidak masuk babak utama Piala AFF 2016 karena tersingkir di play off.

Berangkat dari sebuah label “lemah” tim garuda memulai Piala AFF 2016 dengan serangkaian latihan persiapan dan beberapa pertandingan persahabatan. Pelatih Tim Garuda dipercayakan kembali pada pelatih asal Austria Alfred Riedl dan Asistennya Wolfgang Pical, mereka bersama jajaran pelatih harus membentuk dan mempersiapkan Tim Garuda dalam waktu yang relatif singkat yaitu kurang dari 6 bulan. Para pemain yang menjadi incaran Pelatih Alfred Riedl juga tidak semuanya bisa bergabung karena terkena regulasi Panitia Liga Indonesia 2016 yang hanya mengizinkan setiap klub untuk mengirimkan maksimal 2 pemain mereka untuk memperkuat Tim Nasional Garuda. Pertandingan persahabatan pertama adalah melawan Malaysia di Indonesia, di luar dugaan Tim Nasional Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor telak 3-0 dan hal ini tentu memberi sinyal positif bagi kebangkitan Tim Indonesia. Pertandingan persahabatan selanjutnya adalah melawan Vietnam dengan hasil imbang 2-2 di Indonesia, serta kalah di Vietnam 3-2. Setelah itu laga persahabatan terakhir adalah melawan Myanmar dengan hasil imbang 0-0. Setelah melakoni semua laga persahabatan kekuatan Indonesia terlihat masih tidak stabil ditambah ada satu pemain andalan yaitu Irfan Bachdim yang terkena cedera, tetapi Piala AFF sudah di depan mata dan tetap harus dihadapi.

Memulai debut di Piala AFF 2016 Tim Indonesia harus berhadapan dengan Tim Thailand yang merupakan Tim terkuat di Asia tenggara, dan Tim Indonesia harus mengakui kemenangan Tim Thailand 4-2. Tetapi dari sisi permainan Tim Indonesia patut bersyukur karena mampu mengembangakan permainan sampai menyamakan skor 2-2 sebelum Thailand kembali mencetak 2 gol. Belajar dari kekalahan di pertandingan pertama Tim Indonesia membenahi permainan dan menghadapi tuan rumah Tim Filipina dengan semangat yang membara. Tim Indonesia sempat memimpin 1-2 tetapi akhirnya harus puas dengan hasil imbang 2-2 setelah Filipina menyamakan kedudukan di menit akhir. Evaluasi terhadap lini pertahanan menjadi fokus untuk pembenahan di pertandingan selanjutnya. Di pertandingan terakhir penyisihan grup, Tim Indonesia wajib menang jika ingin melangkah ke babak selanjutnya. Menghadapi Singapura yang juga masih memiliki peluang lolos Tim Indonesia harus bekerja ekstra keras, hal ini dikarenakan di babak pertama Singapura telah berhasil membobol gawang Indonesia. Tetapi di babak kedua Tim Indonesia yang dipimpin kapten Boaz Salosa tetap menunjukan semangat juang yang besar, serangan demi serangan diarahkan ke pertahanan Singapura sampai berhasil menciptakan 2 gol dari Andik dan Stefano. Kemenangan ini membawa Tim Indonesia melaju ke babak semifinal.

keluarga-2

Di babak semifinal Tim Indonesia menghadapi salah satu calon juara yaitu Tim Vietnam. Pembenahan pertahanan Tim Indonesia menghadapi kendala karena dua orang center back utama terkena akumulasi kartu kuning, akhirnya harus menggunakan pemain cadangan untuk mengisi posisi ini. Tetapi justru kedua pemain center back baru ini memberikan dampak yang cukup positif di pertandingan pertama melawan Vietnam, satu gol dicetak Hansamu dan membawa Indonesia menang 2-1 atas Vietnam. Di putaran kedua Indonesia menerapkan sistem bertahan yang cukup rapi untuk mempertahankan agregat gol dengan sesekali menerapkan serangan balik. Hasilnya setelah diserang Vietnam bertubi-tubi, Indonesia mampu balik menyerang dan menciptakan gol lewat Stefano. Tetapi Tim Vietnam tetap melancarkan serangan meskipun dengan sepuluh orang dan berhasil membalikan keadaan menjadi 2-1 sehingga harus ada babak perpanjangan waktu. Para pemain Tim Indonesia tetap bekerja sangat keras untuk menciptakan gol kemenangan lewat pemain bertahan baru Manahati, serta berusaha agar tidak kebobolan lagi sampai babak perpanjangan waktu selesai.

Di Piala AFF 2016 Indonesia adalah tim yang baru bangkit dari kekacauan manajemen sepakbola dalam negeri, peringkat kedua terendah di Asia Tenggara, Tim yang hanya terbentuk kurang dari 6 bulan, terdiri dari pemain-pemain yang bukan terbaik karena setiap klub Liga Indonesia hanya dapat diwakili maksimal 2 pemain, hanya memiliki 4 kali kesempatan untuk pertandingan persahabatan yang berujung juga dengan adanya pemain bintang yang cedera, serta tergabung di grup neraka bersama Thailand, Filipina, dan Singapura, tetapi Tim Indonesia ternyata mampu melaju sampai babak Final. Kunci utama dari keberhasilan Tim Nasional Indonesia mencapai final adalah karena mereka bertanding sebagai sebuah keluarga.

family

Keluarga ini terbentuk karena pertama para pemain yang terpilih sadar bahwa sepak bola Indonesia baru saja terlepas dari kekacauan dan mereka harus mempersembahkan prestasi yang terbaik. Kedua para pemain juga sadar bahwa mereka bukanlah pemain-pemain terbaik yang ada di negeri ini, andai saja tidak ada pembatasan kuota di klub Liga Indonesia mungkin saja beberapa dari mereka tidak akan bergabung dengan Tim Nasional, untuk itu setiap pemain berusaha mengeluarkan semua kemampuan terbaik mereka saat bermain. Ketiga saat pertama kali pertandingan persahabatan Tim Indonesia mampu mengalahkan Tim Malaysia 3-0 dan hal ini menjadi pemicu semangat. Keempat dengan adanya pemain yang cedera maka pemain semakin kompak untuk bersatu dan saling memberikan dukungan semangat agar tidak mudah menyerah. Kelima pemain sadar bahwa di Piala AFF 2016 mereka bukanlah tim unggulan karenanya perlu ada kekompakan dan kerja keras dengan rendah hati. Keenam adanya figur Ayah sekaligus pelatih dalam diri Alfred Riedl yang mampu mengarahkan tim pada visi bersama, serta adanya figur Kakak tertua sekaligus kapten Tim dalam diri Boaz Salosa yang mampu memberi teladan dan mempersatukan semua pemain dalam sebuah keluarga. Ketujuh pemain menghargai perbedaan dan keragaman serta menjaga kekompakan lewat kegiatan bersama di dalam dan di luar lapangan.

Di pertandingan final Tim Indonesia akan menghadapi lawan yang cukup tangguh yaitu Thailand dan membutuhkan disiplin serta kerja super keras untuk meredam serangan-serangan Thailand serta berusaha menciptakan gol ke gawang mereka. Walaupun Thailand adalah Tim Super tetapi Tim Indonesia tetap harus bermain sebagai sebuah keluarga, semoga dengan semangat kebersamaan ini Indonesia dapat meraih Piala AFF untuk pertama kalinya. Maju terus Sepak bola Indonesia.

Catatan kecil, nilai-nilai penting dalam sebuah keluarga :
– Respect
– Well Behaved
– Giving the best until the end
– Saling membantu dan menguatkan satu sama yang lain
– Jujur
– Menghargai keragaman
– Disiplin dan Fairplay (thd peraturan internal & eksternal)
– Bekerja keras
– Rela berkorban
– Sabar
– Rendah hati dan tidak sombong
– Terus belajar untuk memperbaiki kekurangan
– Adanya figure Ayah dan figure Kakak
– Bertanggung jawab
– Menghabiskan waktu bersama di dalam dan di luar lapangan

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.