Hampir semua warga Indonesia merupakan fans Tim Nasional Indonesia. Keinginan untuk melihat Tim Nasional berprestasi selalu ada dalam setiap hati orang Indonesia. Hanya saja sampai tahun 2015 ini Tim Nasional Indonesia masih belum bisa berbicara banyak di level dunia ataupun asia. Dari sekian banyaknya faktor yang menghambat prestasi Tim Nasional Indonesia, sebagai fans dan pendukung setia kita harus berperan aktif untuk mengatasinya. Fans Tim Nasional Indonesia tidak boleh puas dengan 4 hal berikut ini

Indonesian football fans look on after their team lost their final first leg match of the AFF Suzuki Cup 2010 soccer tournament to Malaysia in Kuala Lumpur

1. Mental Berjaya di kandang

Beberapa kali Tim Nasional Indonesia menjuarai turnamen ataupun menang dalam pertandingan penting dengan penampilan yang luar biasa. Fans dan pencinta sepak bola tanah air dibuat ceria dan bangga akan kemenangan tersebut. Akan tetapi kebanyakan kemenangan dan penampilan luar biasa tersebut dicapai jika Tim Nasional Indonesia bermain di kandang sendiri, di Jakarta, Surabaya, Palembang atau beberapa tempat lain di Indonesia. Suasana stadion yang penuh penonton dan hampir 100% adalah pendukung Tim Nasional Indonesia memberikan semangat tersendiri bagi penampilan Tim yang luar biasa. Bagaimana jika bermain di luar kandang (luar negeri)? Tim Nasional akan terlihat sangat berbeda dan sering sekali tak bisa menampilkan permainan yang luar biasa. Mental Tim menjadi penyebab utama, dan jelas untuk masalah yang satu ini perlu adanya pembenahan. Suara dan kemeriahan suporter setia Tim Nasional Indonesia harus digemakan terus di dalam hati setiap pemain, pelatih, dan official Tim Nasional Indonesia, sehingga ketika tak ada satu orangpun yang mendukung Tim Nasional di luar negeri, Tim tetap dapat menunjukan permainan terbaiknya. Jika Tim Nasional menang di kandang sendiri, sebagai fans jangan merayakan dengan terlalu senang dan berlebihan karena sudah sewajarnya hasil maksimal dicapai di kandang sendiri. Tetapi jika Tim Nasional menang dan menunjukan permainan terbaik di luar negeri, kita wajib memberikan apresiasi yang lebih untuk pencapaian tersebut.

2. Perilaku bermain kasar pemain

Saat pertandingan Liga Indonesia atau saat Tim Nasional Indonesia bertanding seringkali kita menyaksikan suguhan permainan kasar pemain di lapangan. Beberapa kasus bahkan sampai berujung pada terjadinya cedera sangat parah dan ada juga yang berujung pada kematian pemain. Kerugian terbesar permainan kasar adalah level permainan Tim Nasional tak akan bisa berkembang ke level dunia, dan bahkan mimpi untuk masuk Piala Dunia pasti tidak akan terwujud. Pemicu permainan kasar adalah mental yang tidak terlatih menghadapi tekanan pertandingan, sikap malas bekerja keras dan berlatih, dan sikap serakah sehingga menghalalkan segala cara untuk menang. Sepak bola adalah olah raga yang punya aturan yang jelas dan berdasar pada nilai etika hidup yang benar. Seringkali kita melihat semboyan FIFA yaitu Fair Play (Bermain adil) dan Respect (Saling menghargai dan menghormati). Nilai-nilai hidup tersebut menjadi pedoman bagi setiap pemain yang bertanding di lapangan hijau. Jika ingin menjadi tim kelas dunia, pemain Tim Nasional harus punya sikap Respect atau saling menghargai dan menghormati sesama manusia, entah dia adalah pemain, pelatih, official, ataupun fans tim lawan. Disamping itu tim harus bekerja keras selalu melatih mental dan fisik sehingga saat bertanding siap menghadapi tekanan. Bukan berarti tim bermain dengan sangat halus, tim boleh bermain keras tapi jangan kasar. Artinya saat merebut bola, melakukan tackling, blocking, heading, body contact dilakukan dalam batas-batas yang telah ditentukan peraturan. Bermain adil dan selalu memiliki semangat menunjukan permainan terbaik harus menjadi prioritas utama, sikap serakah dan tak mau kalah harus dijauhi. Fans Tim Nasional harus selalu mengevaluasi dan memberikan masukan untuk PSSI dan klub Liga Indonesia jika mendapati kasus-kasus bermain kasar ini.

3. Tim Nasional Junior yang berprestasi

Tim Nasional U19 juara AFF Cup, Tim Nasional U16 Juara di luar negeri, Tim U10 mengalahkan Brazil, anak berbakat U13 dari Malang bergabung dengan Akademi Manchester United, tentunya adalah berita yang membanggakan bangsa. Tetapi terkadang hal-hal tersebut dijadikan patokan bahwa Tim Nasional Indonesia sudah berjaya di dunia. Padahal tolak ukur sebenarnya dari sebuah Tim Nasional adalah kemampuannya mencapai piala dunia Tim Senior dan peringkat FIFA tim senior. Target dari pembinaan pemain usia muda adalah menjalani keseluruhan proses yang benar untuk menjadi pemain kelas dunia di level senior (profesional). Bukan masalah Piala dan Juara di level junior, tetapi masalah proses pencapaian teknik, mental, pemahaman strategi dan pertumbuhan fisik pemain yang maksimal. Sehingga ketika mencapai usia senior, level permainan pemain-pemain kita bisa di tingkat dunia, bukan asia tenggara saja. Secara langsung hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap prestasi Tim Nasional Indonesia senior, dan bukan tidak mungkin suatu saat indonesia raya akan dikumandangkan di piala dunia. Sebagai Fans seharusnya kita mendukung perkembangan pemain di level junior dan tidak terlalu berorientasi pada hasil tetapi pada proses pendewasaaan pemain.

4. Kepemimpinan wasit yang tidak baik

Beberapa waktu lalu kami menyaksikan pertandingan futsal antara Indonesia vs Malaysia di kejuaraan AFF Cup yang diselenggarakan di Indonesia. Wasit yang memimpin pertandingan tersebut adalah wasit Indonesia. Pada pertengahan pertandingan terdapat sebuah insiden dimana pemain indonesia dan malaysia saling tackling dalam perebutan bola. Kemudian aksi selanjutnya pemain Indonesia yang jatuh, berdiri sambil mendorong dan memukul pemain malaysia yang berusaha menjaga jarak. Wasit kemudian mengambil sikap dan yang diberi kartu merah adalah pemain Malaysia bukan pemain Indonesia. Hasil Akhir pertandingan tersebut adalah kemenangan bagi tim Indonesia. Kami sangat sedih dan merasa malu sebagai bangsa Indonesia, tindakan wasit yang adalah orang indonesia sungguh-sungguh sangat tidak adil. Tentunya hal ini selalu terjadi berulang kali di semua jenis kompetisi sepak bola tanah air. Kepemimpinan wasit yang buruk berpengaruh terhadap atmosfer kompetisi yang buruk dan ujung-ujungnya menciptakan pemain-pemain yang bermental buruk dan tak bisa berprestasi di tingkat dunia. Sebagai fans tentunya kita harus melaporkan setiap detail hal-hal kepemimpinan wasit yang tidak benar agar sepak bola Indonesia bisa berkembang maju.

Selain 4 hal diatas, masih banyak faktor faktor penghambat prestasi Tim Nasional Indonesia seperti Liga Indonesia yang belum teratur, perilaku fans yang belum tertib dan dewasa, fasilitas penunjang seperti lapangan dan stadion yang masih di bawah standar, dll. Akan tetapi Sebagai fans kita tetap berperan serta untuk memperbaiki sepak bola Indonesia kedepan dengan cara apapun dan berharap suatu saat Indonesia Raya dapat berkumandang di pentas Piala Dunia.

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.