Ketika kita menyaksikan cuplikan pertandingan Manchester United vs Liverpool tanggal 14 Desember 2014, Apa yang terlintas di pikiran kita ketika melihat gol pertama dan ketiga Manchester United? Kita bisa sedikit belajar tentang sepakbola secara sederhana dari gol pertama dan ketiga tersebut. Dasar permainan sepakbola dibagi menjadi 4 yaitu menyerang, bertahan, transisi positif dan transisi negatif. Lalu apa hubungannya dengan killer dribbling dan overload attack?

Proses Gol pertama

gbr 1

Gambar diatas adalah gambar aksi Antonio Valnecia. Pola bertahan yang dilakukan pemain Liverpool tidak ada yang salah, mereka melakukan prinsip bertahan Double Marking (2 vs 1) yang artinya Antonio Valencia akan sangat sulit untuk melakukan penetrasi ke pertahanan liverpool yang kosong (garis putus-putus).  Dapat kita perhatikan juga bahwa tidak ada pemain Manchester United yang melakukan gerakan bantuan (support) pada saat itu, sehingga opsi AMAN yang harus dilakukan Antonio Valencia adalah menghindar dari tekanan pemain bertahan liverpool dan meminta bantuan (support) pemain manchester yang lain supaya dapat melakukan umpan (Passing).

tiga

 

empat

Tapi coba perhatikan apa yang dilakukan Antonio Valencia? Dia melakukan Penetrasi Ajaib, kalo dalam istilah sepakbola namanya Killer Dribbling.

  1. Lepas dari penjagaan berlapis (double marking) pemain Liverpool
  2. Masuk ke area pertahanan Liverpool yang kosong
  3. Menciptakan kondisi pemain lebih banyak atau Overload Attack (4 vs 3) . Terlihat ada 4 pemain yang ada didalam kotak penalty tapi yang aktif dalam melakukan penjagaan (cover) pertahanan hanya 3, Glen Johnson dalam posisi keluar dari zona penjagaan (OFF)
  4. Mengirimkan umpan silang kepada pemain yang paling mungkin menciptakan gol

enam

 

tujuh

Perhatikan pergerakan Wayne Rooney. Ketika Antonio Valencia dalam posisi Double Marking, Rooney masih berada di belakang pemain Liverpool dan dalam situasi ter-cover juga, namun kemudian ketika Valencia berhasil melakukan killer dribbling, Rooney segera berlari ke area kotak penalti Liverpool sedangkan pemain Liverpool hanya diam, dan Steven Gerrard pun yang berusaha melakukan cover support ke lini tengah tidak memperhatikan pergerakan Rooney. Sehingga Rooney juga menciptakan kondisi overload attack dan memudahkan Valencia untuk melaukan umpan silang.

delapan

Kecerdikan Antonio Valencia adalah ketika dia memberikan umpan kepada Rooney di area kosong dan tidak ter-cover pemain Liverpool padahal dalam posisi sejajar ada 3 pemain Manchester United yang ada di sana namun ketiga pemain tersebut terjaga. Rooney masuk ke third area dan menyambut umpan Valencia dengan sangat bebas tanpa ada yang mengganggu, sehingga terciptalah gol pertama tersebut.

Proses Gol Ketiga

sepuluh

sebelas

Gol ketiga Manchester United berawal ketika Liverpool melakukan full attack ke lini pertahanan Manchester United, dan pada saat itu Sterling berusaha melakukan penetrasi ke lini pertahanan Manchester United namun gagal dan bola berhasil di rebut oleh Fellaini. Kondisi ini membuat Manchester United segera melakukan counter attack. Proses tarnsisi bertahan Liverpool sangat buruk karena tidak segera kembali untuk meng-cover pertahanan mereka, sedangkan Manchester United sangat baik ketika melakukan proses transisi menyerang. Tidak ada satupun pemain Liverpool yang melakukan delay terhadap aksi yang dilakukan oleh Juan Mata. Buruknya transisi Liverpool mengakibatkan lini pertahanan mereka menjadi tidak seimbang dan pada akhirnya tercipta kondisi overload attack 4 vs 3 lagi dan kondisi ini dimanfaatkan oleh pemain-pemain Manchester United untuk menciptakan gol ketiga.

Proses transisi memegang peranan penting dalam strategi dan taktik permainan sepakbola. Transisi positif atau transisi negatif harus diatur sedemikian rupa sehingga efektif dalam mendukung serangan ataupun menjaga pertahanan. Sebuah proses transisi bertahan yang tidak efektif akan menyebabkan kondisi overload attack yang memungkinkan gol terjadi. Kondisi overload attack juga dapat diciptakan lewat penetrasi killer dribbling seperti yang dilakukan Antonio Valencia, tetapi harus hati-hati karena penetrasi seperti ini memerlukan tingkat skill yang tinggi. Formasi tim juga harus diatur agar ada pemain tengah pelapis di sekitar pemain yang mau melakukan killer dribbling, agar ketika pemain yang melakukan killer dribbling ini kehilangan bola maka dengan cepat ada yang meng-cover atau men-delay agar tidak terjadi serangan balik cepat oleh lawan.

video highlights pertandingan ini dapat dilihat disini : http://youtu.be/-ZL-ePP6VbY

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.