Low angle view of a soccer referee showing offside flag

Hakim garis dengan bendera tanda off side

Istilah yang satu ini sangat populer di olahraga sepak bola. Hal ini dikarenakan “off side” adalah sebuah peraturan yang menarik yang dapat menghidupkan suasana pertandingan sepak bola. Akan tetapi seringkali pemain,pelatih, bahkan fans sepak bola mengeluhkan keputusan “off side” yang diberikan wasit utama dan hakim garis dalam sebuah pertandingan. Penyebab dari hal ini adalah kurangnya pemahaman tentang peraturan “off side” itu sendiri. Kali ini tim arah bola akan mencoba menjelaskan tentang peraturan “off side” berdasarkan pada FIFA LAW OF THE GAME  (peraturan yang dibuat badan sepakbola dunia FIFA).

Pada Peraturan FIFA nomor 11 tentang off side dinyatakan bahwa seorang pemain dinyatakan pada posisi off side jika :

” Pemain tersebut berada lebih dekat ke garis gawang lawan dari pada bola dan pemain kedua terakhir lawan.”

Seorang pemain tidak berada dalam posisi off side jika :

  1. Ia berada pada daerah permainannya sendiri; atau
  2. Ia sejajar dengan pemain lawan yang kedua terakhir; atau
  3. Ia sejajar dengan dua pemain lawan terakhir.

Dinyatakan sebagai sebuah pelanggaran jika :

  1. Pemain yang berada di posisi off side tersebut menyentuh bola
  2. Atau saat teman satu timnya sedang aktif memainkan bola, pemain yang berada di posisi off side ini :
  • Mengganggu jalannya permainan
  • Mengganggu / menghalang-halangi pemain lawan
  • Memperoleh keuntungan dengan berada di posisi tersebut

Tidak dinyatakan sebagai sebuah pelanggaran jika :

  1. Pemain yang di posisi off side ini menerima bola langsung dari tendangan gawang (goal kick)
  2. Pemain yang di posisi off side ini menerima bola langsung dari lemparan kedalam (throw in)
  3. Pemain yang di posisi off side ini menerima bola langsung dari tendangan sudut (corner kick)

Sanksi :

Untuk setiap pelanggaran akibat off side, wasit memberikan tendangan bebas tidak langsung kepada tim lawan, dan dilaksanakan dari tempat di mana pelanggaran terjadi.

Contoh-contoh kondisi pelanggaran off side dan tidak off side :

offside 1

Kondisi 1 :

Pada kondisi 1 ini penyerang (A) berada pada posisi off side dan menyentuh bola yang ditendang rekannya. Kondisi ini jelas harus dinyatakan sebagai pelanggaran off side.

 

offside 2

Kondisi 2 :

Pada kondisi 2 ini penyerang (A) berada pada posisi off side tetapi dia tidak menyentuh bola yang ditendang rekannya ke gawang. Kondisi ini tidak dapat dinyatakan sebagai pelanggaran off side. 

 

offside 3

Kondisi 3 :

Pada kondisi 3 ini, penyerang (A) berada dalam posisi off side sedangkan penyerang (B) berada dalam posisi yang tidak off side saat bola ditendang rekan mereka. Penyerang (A) menghampiri bola tetapi tidak menyentuh, demikian juga penyerang (B) berlari ke arah bola kemudian menyentuh bola yang diumpan tersebut. Kondisi ini tidak dapat dinyatakan sebagai pelanggaran off side. 

offside 4

Kondisi 4 :

Pada kondisi 4 ini, penyerang (A) berada dalam posisi off side saat bola diumpan rekannya. Bola tersebut disentuh oleh penyerang (A) dan hal tersebut dinyatakan sebagai pelanggaran off side.

offside 5

Kondisi 5 :

Pada kondisi 5 ini, penyerang berpindah dari posisi (1) ke posisi (2) dan kedua posisi tersebut adalah posisi off side. Akan tetapi bola yang diumpan rekannya tidak mengenainya dan melewati garis akhir daerah lawan sehingga bukan merupakan peanggaran off side tetapi dinyatakan sebagai tendangan gawang untuk lawan.

offside 6

Kondisi 6 :

Pada kondisi 6 ini, penyerang (A) berada dalam posisi off side. Dan ketika bola ditendang temannya menuju gawang, penyerang (A) menghalang-halangi pandangan dan pergerakan kiper lawan. Dalam kondisi ini wasit dapat langsung menyatakan pelanggaran off side.

offside 7

Kondisi 7 :

Pada kondisi 7 ini, penyerang (A) berada dalam posisi off side tetapi saat bola ditendang ke arah gawang oleh temannya, dia tidak mengganggu kiper lawan. Sehingga kondisi seperti ini tidak dapat dinyatakan sebagai pelanggaran off side. Jika bola yang ditendang rekannya tersebut masuk ke gawang, maka dinyatakan gol yang sah.

offside 8

Kondisi 8 :

Pada kondisi 8 ini, penyerang (A) berada dalam posisi off side saat bola ditendang temannya. Bola yang ditendang tadi mengenai pemain bertahan lawan (B) kemudian melewati garis terakhir lapangan lawan. Kondisi ini tidak dapat dinyatakan sebagai pelanggaran off side, dan dinyatakan tetap sebagai tendangan pojok (corner kick)

offside 9

Kondisi 9 :

Pada kondisi 9 ini, penyerang (A) berada dalam posisi off side. Saat bola ditendang rekannya, penyerang (A) dari belakang kemudian mengganggu pemain bertahan lawan (B). Hal ini menyebabkan bola yang ditendang mengenai pemain bertahan lawan (B) dan kemudian melewati garis terakhir lapangan lawan. Kondisi ini dapat langsung diputuskan sebagai pelanggaran off side.

offside 10

Kondisi 10 :

Pada kondisi 10 ini, penyerang (B) berada dalam posisi off side saat bola ditendang oleh penyerang (A). Bola yang ditendang tersebut langsung mengarah ke gawang kemudian ditepis kiper lawan, tetapi bola tepisan tersebut mendarat di kaki penyerang (B). dalam kondisi ini wasit dapat langsung menyatakan sebagai pelanggaran off side karena penyerang (B) yang dalam posisi off side diuntungkan oleh arah bola.

offside 11

Kondisi 11 :

Pada kondisi 11 ini, penyerang (C) berada dalam posisi off side tetapi penyerang (B) tidak berada dalam posisi off side. Di saat penyerang (A) menendang bola ke arah gawang kemudian kiper lawan menepis bola dan bola tersebut jatuh di kaki penyerang (B) maka kondisi ini tidak dapat dinyatakan sebagai pelanggaran off side. Jika penyerang (B) kemudian mencetak gol maka gol tersebut sah.

offside 12

Kondisi 12 :

Pada kondisi 12 ini, penyerang (B) berada dalam posisi off side saat bola ditendang penyerang (A). Bola yang ditendang tersebut membentur pemain bertahan lawan dan berbelok arah menuju penyerang (B). Kondisi ini dinyatakan sebagai pelanggaran off side dikarenakan penyerang (B) diuntungkan oleh arah bola.

offside 13

Kondisi 13 :

Pada kondisi 13 ini, penyerang (A) mengumpan bola kepada penyerang (B) yang berada dalam posisi yang tidak off side dan bergerak dari (B1) ke (B2). Penyerang (C) berada dalam posisi off side tetapi saat penyerang (B) menerima bola, posisi penyerang (C) secara otomatis menjadi tidak lagi berada di posisi off side, karena berada di belakang penyerang (B) yang membawa bola. Penyerang (B) kemudian mengumpan ke penyerang (C) untuk mencetak gol dan jika penyerang (C) mencetak gol maka kondisi ini bukan merupakan pelanggaran off side.

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.