tsubasa 3

Tsubasa Kecil bersama tim sepakbolanya

Jepang terkenal sebagai salah satu negara asia yang cukup berhasil di pentas sepakbola dunia, saat tulisan ini dibuat (September 2014) Tim Nasional Putra Jepang menduduki posisi 48 dunia diatas Korea Selatan di peringkat 63 dan Australia di peringkat 84 dunia. Bahkan Tim Nasional Putri Jepang menduduki peringkat 3 dunia dibawah Amerika Serikat dan Jerman, dan pencapaian itu adalah sesuatu yang luar biasa. Tapi tahukah kita bahwa 25 tahun sebelumnya Jepang bukanlah negara sepakbola?

Jepang adalah negara baseball jauh sebelum negara ini dikenal sebagai negara sepak bola. Di negara ini sepak bola adalah olahraga yang langka. Seorang pemain sepak bola ternama asal jepang pernah berkata, “Saya bukan penggemar sepakbola. Saya tidak menonton sepak bola di TV, Video, atau dimanapun. Saya tidak mengerti mengapa orang menjadi penggemar sepak bola. Saya tidak mengerti apa yang membuat orang melakukan semua itu.”

Pernyataan diatas ternyata terucap dari seorang Hidetoshi Nakata yang merupakan pemain sepak bola Jepang pertama yang mendapatkan kesuksesan di liga Eropa. Sebelumnya Dia menolak untuk menonton sepak bola dan tidak menjadi penggemar sepak bola. Jadi apa yang membuat dia memutuskan untuk bermain sepakbola? Nakata mengatakan bahwa yang membuat dia bermain sepakbola adalah karena dia membaca Tsubasa ketika ia masih muda dan bahwa ia telah mencoba beberapa keterampilan menendang dan mengolah bola yang ditampilkan dalam komik Captain Tsubasha tersebut, khususnya tendangan overhead.

yoichi takashi

Yoichi Takahashi

Pada tahun 1978, pengarang komik Yoichi Takahashi menjadi penggemar sepak bola. “Pada tahun ketiga saya di SMA, saya melihat Piala Dunia FIFA di Argentina lewat televisi dan menemukan kesenangan tersendiri”, kata Takahashi dalam sebuah wawancara dengan Nippon.com. “Pada saat itu, sepak bola di Jepang masih semi-profesional dan tim-tim yang ada masih benar-benar miskin,” komentarnya. “Saya belajar bahwa di Eropa, sepak bola jauh lebih populer daripada baseball, dan jumlah pemain sepak bola profesional jauh lebih besar.” Kecintaan Takahashi dalam sepak bola tumbuh, ia menelusuri seluruh budaya sepakbola tidak hanya Eropa, tetapi juga di Amerika selatan khususnya di Brazil. Takahashi adalah salah satu mualaf dari Baseball ke Sepak bola.

Baseball adalah satu-satunya olahraga tim yang populer di Jepang, dan komik favorit Takahashi sebelum sepakbola adalah komik tentang baseball. “Selama sekolah menengah saya sangat suka membaca komik baseball, seperti Dokaben dan Captain, dan juga pada masa itu saya suka bermain baseball. Baseball adalah satu-satunya subjek utama yang menjadi fokus utama ketika saya pertama kali mulai menulis komik, tapi juga pada saat itu terdapat banyak sekali komik tentang baseball. Jadi saya pikir saya mungkin mau mencoba beralih ke sepak bola sebagai subjek utama komik saya, karena olahraga ini belum terlau banyak diketahui orang jepang”. Jadi pada tahun 1981, ia menciptakan Komik Captain Tsubasa, cerita tentang pemain sepak bola muda yang memiliki bakat luar biasa bernama Tsubasa Ohzora yang menjadi bintang muda dimana ia bersekolah, kemudian ke liga Brazil, dan akhirnya masuk tim sepak bola paling terkenal di dunia, FC Barcelona. Komik Captain Tsubasa diterbitkan dalam majalah mega-populer Shonen Manga Weekly Shonen Jump 1981-1988, 1994-1997, 2001-04, dan 2010-12.

Captain Tsubasa bukanlah komik sepak bola pertama di Jepang, komik sepak bola dengan judul The Red Blooded Eleven dan Shinji Mizushima Downtown Samurai telah terlebih dahulu diterbitkan saat Tim Nasional Jepang meraih medali perunggu di olimpiade 1968. Tetapi Komik Captain Tsubasa adalah yang pertama mencapai popularitas dengan jumlah penggemar yang besar dan mampu menginspirasi superstar sepakbola Jepang di masa depan untuk mulai mencintai permainan sepak bola.

Generasi Tsubasa

Sulit untuk melebih-lebihkan jangkauan dan pengaruh komik Captain Tsubasa. Sebagai pembanding, saat ini di Amerika, The Sunday New York Times memiliki sirkulasi sekitar 2.3 juta. Per pekan pencapaian Wall Street Journal mencapai 2.4 juta pelanggan. The USA Today sekitar 1.7 juta. Pada tahun 1982, ketika Komik Tsubasa berada di tahap awal, Weekly Shonen Jump (majalah yang menerbitkan komik Captain Tsubasa) memiliki sirkulasi 2.55 juta, mengalahkan surat kabar raksasa Amerika hari ini. Puncaknya adalah pada tahun 1995, Weekly Shonen Jump memiliki sirkulasi 6.53 juta. Bahkan sekarang pada tahun 2013, dengan meningkatnya persaingan di dunia industri majalah dan video game dan televisi, Weekly Shonen Jump tetap memiliki sirkulasi 2.78 juta.

Kapten Tsubasa merupakan salah satu komik sepak bola acuan. Keberhasilannya melahirkan komik sepak bola lainnya seperti Offside dan Whistle. Banyak kisah sukses pesepakbola Jepang yang terinspirasi dari Tsubasa. Hidetoshi Nakata, seperti dikutip di atas “tidak suka menonton sepakbola” dan “mencoba beberapa keterampilan awal sepakbola karena membaca komik Tsubasa”. Dia adalah pemain sepak bola Jepang pertama yang sukses di luar negeri, termasuk menjuarai liga Italia dengan AS Roma pada tahun 2001 dan bermain di Liga Primer Inggris dan Piala UEFA dengan Bolton Wanderers.

hidetoshi nakata

Hidetoshi Nakata pemain yang terinspirasi Tsubasa

Akan tetapi pengaruh komik Kapten Tsubasa pada sepak bola Jepang menimbulkan satu kelemahan utama pada pemain-pemain Jepang: Tsubasa Ohzora bermain di posisi yang terinspirasi Maradona yaitu di lini tengah menyerang, antara striker murni dan bek atau gelandang bertahan. Karena mengikuti teladannya, Jepang telah mencetak banyak gelandang serang, tetapi kesulitan menemukan bek tengah atau striker murni untuk tim nasional Jepang. Superstar Jepang yang bermain di luar negeri seperti Keisuke Honda di (AC Milan), Shinji Kagawa (Borussia Dortmund), Makoto Hasebe (FC Nurnberg) semua adalah gelandang serang. Maya Yoshida yang merupakan bek sejati Jepang, saat bermain di Liga Premier untuk Southampton, juga ditempatkan sebagai gelandang serang sampai klub J-League Nagoya Grampus mengkonversi posisinya menjadi bek murni di lineup mereka. Dan tak satu pun dari pemain tim nasional Jepang yang benar-benar bermain di posisi penyerang: Hiroshi Kiyotake, Shinji Okazaki, Yoichiro Kakitani, dan Takashi Inui semua bermain di posisi Tsubasa yaitu sebagai gelandang serang. Langsung atau tidak langsung, Jepang kini penuh dengan pemain yang mencoba untuk memainkan gaya Tsubasa, hal tersebut membuat sulit untuk menemukan pemain superstar yang dapat bermain dengan baik di posisi lain.

Pencapaian Jepang dan dunia dari pengaruh Tsubasa

Pada tahun 2002, ketika semua pembaca komik Captain Tsubasa beranjak dewasa, Jepang memiliki liga sepak bola profesional sendiri dan ditetapkan bersama Korea Selatan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia. Jepang belum pernah lolos ke Piala Dunia sampai tahun 1998, tetapi di Piala Dunia 2002 mereka berhasil mengalahkan Rusia dan Tunisia di babak penyisihan grup sebelum dieliminasi oleh Turki di kandang sendiri di Miyagi di babak selanjutnya. Tim Nasional Pria Jepang telah membuat kemajuan yang sangat pesat dari tim yang hanya jago asia menjadi tim yang mendunia dalam dua puluh lima tahun berproses.

Tim Nasional Wanita Jepang bahkan telah mencapai keberhasilan yang lebih besar. Di Piala Dunia Wanita 2011 di Jerman, Takahashi melakukan kunjungan ke tim nasional wanita Jepang sebelum mereka bermain di pertandingan Final. Tim ini kemudian mengalahkan Amerika Serikat dan mengangkat trofi Piala Dunia pertama mereka. Tim ini dipimpin oleh Homare Sawa, yang bermain dengan gaya Tsubasa di posisi gelandang serang mengenakan nomor keramat 10. Sangat atraktif dalam membangun serangan, kreatif saat melewati lawan dan memiliki tembakan jarak jauh yang akurat. Dia benar-benar memerankan sorang tsubasa di final Piala Dunia Wanita.

homero sawa

Homare Sawa dan Tim Putri Jepang saat menjuarai Piala Dunia Pertama untuk Jepang

Tsubasa berhasil membangkitkan gelombang ketertarikan anak-anak Jepang ke olahraga sepak bola. Dari komik, Anime ini kemudian dijadikan film seri dan diterjemahkan serta disiarkan di seluruh dunia, dalam setiap bahasa dari Arab ke Tagalog. Di Timur Tengah, film Tsubasa dikenal dengan nama Kapten Majed. Di Amerika Selatan, mereka menyaksikan Supercampeones. Fans Amerika Utara menonton pertunjukan yang disebut Flash Kicker. Dan di Eropa, Tsubasa berganti nama menjadi Oliver dan kiper Wakabayashi berganti nama menjadi Benji, begitu banyak pemain sepak bola Spanyol dan Italia tumbuh terobsesi dengan kartun yang mereka sebut “Oliver dan Benji”.

Fernando Torres, yang berhasil mengangkat trofi Piala Dunia 2010 bersama Tim Nasional Spanyol berkata “Saya ingat ketika saya masih kecil, kami tidak bisa menemukan sinyal TV yang baik di tempat kami, tapi semua orang di sekolah membicarakan kartun tentang sepak bola dari Jepang ini, dan saya mulai bermain sepakbola karena hal ini”. Alessandro Del Piero, salah satu pemain kunci Italia saat mereka menjuarai Piala Dunia 2006, juga menyukai Captain Tsubasa saat masih kecil. Pada tahun 2011 Del Piero bertemu dengan Yoichi Takahashi dan Del Piero sangat senang karena mendapatkan tanda tangan dari pengarang Captain Tsubasa. “Ketika saya melihat Del Piero dan Francesco Cocco, mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka telah membaca Holly e Benji [Captain Tsubasa dalam versi Italia] sejak usia dini,” kata Takahashi kepada Daily Times dengan ekspresi yang ceria.

tor del

Del Piero dan Torres dua orang penggemar Tsubasa

Kapten Tsubasa telah memiliki pengaruh yang sangat besar pada sepak bola bukan hanya di Jepang tetapi di seluruh dunia. Ketika Takahashi Yoichi duduk dengan Nippon.com, mereka mengatakan “Tahun 2011 menandai ulang tahun ketiga puluh dari Captain Tsubasa. Sepak bola Jepang telah membuat langkah luar biasa dalam interval tersebut, penggemar sepak bola dan orang-orang dalam lingkaran sepak bola mengakui bahwa kemajuan ini tidak akan mungkin terjadi tanpa pengaruh dari komik dan serial Captain Tsubasa. Apa pendapat Anda tentang hal ini? ” Jawab Takahashi ” Saya pikir Komik dan Serial Captain Tsubasa tidak terlalu banyak berdampak karena sebenarnya daya tarik sepak bola itu sendiri yang telah menyebabkan penerimaan luas akan segala sesuatu yang berkaitan dengan olah raga ini. Tapi saya bersyukur bahwa komik dan serial Captain Tsubasha dapat diterima di seluruh budaya bangsa-bangsa dunia, dan jujur yang paling menyenangkan adalah komik dan serial Captain Tsubasha telah mampu memberikan dorongan untuk kemajuan sepak bola Jepang”.

Jikalau bangsa Jepang dapat mengembangkan sepak bola mereka lewat sebuah komik dan anime, bagaimana dengan sepak bola Indonesia? Satu hal yang menjadi pelajaran adalah jikalau kita ingin sepak bola di negeri ini maju Apapun caranya entah itu lewat media komik, film, cerita atau cara-cara lainnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah menanamkan sikap cinta terhadap sepak bola sedini mungkin untuk anak-anak usia 3-9 tahun. Hal kedua yang dapat kita lakukan adalah menanamkan sikap moral yang benar untuk anak-anak usia 3-9 tahun lewat sepak bola itu sendiri. Dua hal tersebut dilakukan dengan baik oleh komik dan serial TV Tsubasa terhadap anak-anak di Jepang sehingga mereka dapat mengerti intisari dari sepak bola yang sebenarnya.

≡ Gambar Dari Berbagai Sumber

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.