geoff hurst

Hat-trick Geoff Hurst 1966

Hat-trick mukjizat? Bukankah itu berasal dari usaha keras?   Yah, benar, melalui usaha keras.  Tetapi siapakah yang dapat memastikan, bahwa ketika ia menginjak lapangan pasti akan terjadi hat-trick?

 Hat-trick adalah prestasi seorang pemain dalam mencetak gol minimal 3 kali dalam satu pertandingan.  Sebenarnya istilah ini muncul dari lapangan  kriket, ketika seorang pemain kriket kenamaan asal Inggris H. H. Stephenson menghasilkan 3 wickets [semacam gawang untuk olah raga kriket] dengan 3 bola dalam pertandingan melawan Hallam XI pada tahun 1858.  Untuk mengenang prestasi tersebut, sumbangan dikumpulkan dan hasilnya digunakan untuk membeli sebuah topi putih untuk Stephenson.  Beberapa tahun kemudian, istilah ini dipakai di dalam sepak bola.

 Tidak semua pemain dapat mencapainya.  Hat-trick juga bukan pencapaian standar dalam setiap pertandingan.  Boleh dikatakan hat-trick adalah mukjizat bagi seorang pemain, kalau bukan disebut sebagai keberuntungan.  Pemain Inggris, Geoff Hurst ketika mencetak gol ketiganya di final Piala Dunia 1966 mengatakan, “Lucu, saat saya akan menendang, bola justru membentur sebuah gundukan di rumput, sehingga malah mengenai bagian kaki saya yang mengayun keras lalu melaju kencang menembus gawang.”  Alias, tidak sengaja!

Hampir di sebagian besar pengalamannya bermain, menciptakan hat-trick adalah sebuah prestasi yang tak terduga. Umumnya hat-trick bukanlah pencapaian yang direncanakan jauh-jauh hari.  Tetapi sebagaimana pepatah Jerman mengatakan, “Keberuntungan lebih dekat dengan orang yang bekerja keras,” maka boleh dikatakan seseorang yang membuat hat-trick adalah seorang pekerja keras, yang mendapatkan banyak kesempatan dari rekan satu tim, dan memeroleh karunia sehingga dapat melakukannya.

Walau pada akhirnya hanya satu orang yang mendapatkan nama untuk hat-trick yang diciptakan, tetapi prestasi ini adalah hasil kerjasama tim. Sangat besar godaan bagi orang yang membuat hat-trick dengan memusatkan pujian dan penghargaan bagi dirinya sendiri.

Pengalaman membuat hat-trick harus dibandingkan dengan masa di mana kita tidak pernah mencetak gol sama sekali, apalagi jika tim kita kalah.  Sebenarnya ketika kita paceklik gol, atau tim kita kalah, bukan berarti kita tidak bekerja keras sama sekali.  Tetapi karena kondisi yang tidak mendukung.  Entah semangat tim yang sedang kendor, tim lawan yang membuat penjagaan ketat, cuaca, teror penonton, dsb.

Nah, ketika hat-trick diraih baru terasa, bukan, bahwa di dalam semangat yang sama, kerja keras yang serupa, namun kadang paceklik dan kadang hat-trick.  Maka, hat-trick adalah karunia yang tak terkira, kesempatan yang diberikan bagi kita.  Jadi hasil akhirnya bukan jumawa atau berbangga, tetapi bersyukur bahwa di torehan sejarah hidup kita, kita diberi kesempatan untuk memeroleh hat-trick.

Ayah mertua saya berkata kepada istri saya bahwa saya akan mencetak hat-trick di final, tapi saya justru merasa lucu mendengarnya… Benar-benar aneh ketika saya ternyata mampu melakukannya ~ Geoff Hurst, ketika tanpa ia duga mencetak hat-trick di Wembley 1966

 

≡ Gambar dari berbagai sumber

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.