Sepak bola memang tak bisa dipisahkan dengan kehidupan sosial bermasyarakat dan setiap orang dapat belajar nilai-nilai kehidupan dari setiap peristiwa yang terjadi di lapangan hijau.  Masyarakat Inggris yang sepak bola-nya telah berkembang sejak tahun 1800-an memiliki banyak cerita tentang peristiwa-peristiwa bersejarah yang membentuk budaya sepak bola mereka hingga saat ini mereka memiliki salah satu liga sepak bola tertua dan termaju di antara semua bangsa.  Setiap tahun atau lebih tepatnya pada pertengahan bulan April, pita hitam selalu dipakai di lengan semua pemain liga Inggris untuk mengenang salah satu tragedi lapangan hijau yang paling banyak memakan korban.

justice 96

Para fans yang berusaha menyelamatkan diri

15 April 1989 adalah tanggal yang tak akan terlupakan oleh pemerhati sepak bola dunia khususnya suporter Nottingham Forest dan Liverpool FC.  Tepat di tanggal inilah tragedi Hillsborough terjadi di kota Sheffield, Inggris.  Hillsborough sendiri merupakan nama stadion yang menjadi kandang dari Sheffield Wednesday.

Pada hari itu sedang berlangsung pertandingan semifinal piala FA yang mempertemukan Liverpool dan Nottingham Forest.  Pada masa tersebut, stadion di Inggris masih menggunakan pagar besi tinggi sebagai pembatas antara tribun penonton dan lapangan. Untuk laga ini sendiri, sebenarnya sempat ada penolakan dari para fans mengenai venue pertandingan.  Hal ini disebabkan sebelumnya pernah terjadi tragedi pada tahun 1987 antara Sheffield dan Coventry City di stadion yang sama.  Karena itu, berbagai pihak meragukan tingkat keamanan stadion Hillsborough.  Namun, pihak penyelenggara tetep bersikukuh menggelar pertandingan di Hillsborough, yang belakangan diketahui tidak memenuhi standar keamanan.

Fans Nottingham Forest ditempatkan di sisi utara dan timur yaitu Spion Kop dengan kapasitas 29.800 orang.  Sedangkan fans Liverpool ditempatkan di sisi selatan dan barat yang dikenal dengan nama Leppings Lane berkapasitas 24.256 orang.  Hal ini cukup aneh karena pendukung Liverpool yang secara keseluruhan memiliki jumlah lebih banyak justru mendapat jatah tempat yang lebih sedikit.  Bahkan kabarnya, setelah stadion terisi penuh, masih ada sekitar 5000 fans di luar yang memaksa masuk ke dalam stadion.  Dua gerbang pintu keluar yang biasanya ditutup akhirnya dibuka oleh kepolisian setempat untuk akses masuk para penonton.  Hal inilah yang diduga menjadi penyebab utama terjadinya tragedi.

96 4

Pertandingan yang dihentikan karena sudah kacau

Ketika pertandingan memasuki menit ke-6 tepatnya pukul 15.06 setempat, akhirnya pertandingan harus dihentikan karena keadaan semakin kacau.  Ribuan orang yang terdorong arus masuk menjadi terinjak, tertindih dan tergencet pagar besi pembatas. Suasana menjadi mencekam dengan jeritan dan tangis.  Pihak kepolisian tak banyak membantu karena malah membatasi jumlah ambulans yang boleh masuk ke lapangan dari 44 ambulans yang tersedia.  Tercatat 96 orang suporter Liverpool meninggal, 89 di antaranya laki-laki serta 7 orang perempuan.  Korban termuda adalah seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, Jon-Paul Gilhooley, yang merupakan sepupu dari pemain Liverpool Steven Gerrard.  Selain korban meninggal, terdapat 730 orang mengalami luka-luka dan ratusan lainnya mengalami trauma.  Jumlah ini merupakan rekor tragedi terbesar yang terjadi di stadion sepak bola di Britania Raya.

Usai kejadian tersebut, media Inggris The Sun membuat kontroversi dengan mengarang berita dengan judul “The Truth.”  Isinya antara lain mengatakan bahwa penyebab insiden Hillsborough adalah suporter Liverpool yang mabuk dan berbuat onar. Pemberitaan inilah yang menyebabkan aksi boikot untuk harian The Sun di wilayah Merseyside sampai sekarang.  Pada tahun 2012 kemarin, setelah melewati perjuangan panjang, akhirnya terungkap bahwa fans Liverpool sama sekali tidak bersalah dalam tragedi ini.  Justru mereka adalah korban dari ketidaksiapan polisi dan penyelenggara pertandingan.  Bahkan, penyelidikan mengungkapkan bahwa 41 nyawa seharusnya masih bisa diselamatkan jika prosedur keamanan berjalan tepat.  Perjuangan para keluarga korban Hillsborough tidak hanya sampai di sini.  Di peringatannya yang ke 25 tahun ini, keluarga korban berharap akan adanya keadilan yaitu hukuman dan penyelesaian untuk pihak-pihak yang bertanggungjawab atas tragedi ini.  Justice for the 96 menjadi tema besar upacara yang dilakukan di setiap awal pertandingan liga Inggris di bulan April.

The-Kop-and-penalty-area-at-Anfield-covered-in-floral-tributes-after-the-1989-Hillsborough-disaster-1318174

Karangan bunga untuk para korban

 Tragedi ini selalu dikenang bukan hanya oleh fans dan keluarga besar Liverpool, tetapi semua tim di liga Inggris ikut memberikan dukungan dalam penyelesaian masalah ini.  Pihak kepolisian Inggris juga memperbaiki kinerja mereka dari waktu ke waktu bercermin pada kejadian ini.  Stadion-stadion di Inggris dirancang sedemikian rupa sehingga tidak terjadi kejadian serupa, dan kalau diperhatikan salah satu keunggulan stadion-stadion di Inggris adalah mereka tidak lagi menggunakan pagar pembatas antara penonton dan lapangan permainan.  Suasana stadion yang kondusif di liga inggris saat ini, penonton yang tertib dan tidak melakukan aksi-aksi berlebihan menjadi cermin pembelajaran mereka dari tragedi Hillsborough.

 ≡ Gambar dari berbagai sumber

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.