norio sasakiKisah Norio Sasaki dimulai dari celotehan anak gadisnya, “Dengan engkau, ayah, akan 500 persen OK,” kata Chihiro, setelah melihat ayahnya itu melatih teman-temannya tanpa bentrok dengan mereka. Si anak ingin sang ayah melatih tim nasional wanita!

Di timnas, Sasaki melihat nilai-nilai ketabahan hati dalam diri para gadis itu, “Anak-anak ini punya ketabahan hati.”  Karena itu, sebagai pria Jepang yang dihormati, ia mau melatih tim anak-anak perempuan itu.  Sasaki memercayai pemain dan membuat atmosfer, membebaskan mereka menunjukkan kekuatannya.

Sasaki mulai melatih anak-anak perempuan itu tahun 2006 dan jadi manajer tahun 2007.  Karena ia dikelilingi oleh pemain-pemain yang ceria, maka ia membangun keakraban dan kedekatan dengan mereka.  Lelaki itu kemudian disebut “Nori-san,” sebuah panggilan sayang sekaligus hormat dari para pemain yang seusia anak-anak kandungnya.  Tetapi walau senior, Sasaki selalu menghormati mereka. Ia selalu bicara dengan hangat.  Ini tidak umum di saat kebanyakan guru menggunakan kekerasan fisik sebagai perlakuan normal.  Semisal, waktu kapten tim Homare Sawa salah passing sehingga membuat lawan saat itu, Swedia membuat gol, ia mengatakan, “Itu bukan kesalahan Sawa; itu adalah keadaan tertekan di mana lawan berantisipasi dengan tajam.”

Di bawah kepemimpinannya, tim itu bahkan disebut sebagai “The Barcelona of women’s football” oleh John Herdman, manajer tim New Zealand.  Bahkan pelatih tim Amerika Serikat, Pia Sundhage mengakui bahwa spirit merekalah yang membuat Jepang bermain tak kenal lelah.  “Kami sudah berusaha maksimal, apalagi saat mereka bermain sembilan orang. Tapi inilah sepakbola, kami harus kalah dengan tim terbaik di sisi permainan dan spirit.”

Resep kepelatihan Sasaki sederhana: tempatkan dirimu untuk bermain dalam kesenangan dan fokus pada penyerangan.  Hasilnya? Juara Dunia Piala Dunia Wanita 2011 dengan menaklukkan juara bertahan Amerika Serikat melalui adu penalti.  Gelar pertama bagi mereka, bahkan gelar juara dunia pertama bagi Jepang yang belum pernah diraih tim pria.

norio sasaki

Norio Sasaki & TimNas Jepang di FIFA WWC 2011

Hasil yang sangat luar biasa, saya pikir ini bukan sekedar catatan emas, melainkan berlian. Kami tahu kesempatan ini datang hanya sekali, dan itu sudah kami rasakan sejak lolos dari fase grup. Permainan tim benar-benar hidup dan enjoy. Di final, kami sedikit grogi karena inilah kali pertama berada di partai puncak setelah selalu gagal sejak tahun 1991. Para pemain bekerja sangat keras, dan mereka layak mendapat sematan pahlawan bagi rakyat Jepang yang tengah berusaha bangkit akibat tsunami,” kata Norio Sasaki.

Orang itu: Norio Sasaki menunjukkan keada kita bahwa ternyata menjadi yang terbaik tidak dimulai dengan melakukan apa, tetapi memperlakukan siapa dengan baik, dan hasilnya perlahan datang mengikuti.

Para pemain bekerja sangat keras, dan mereka layak mendapat sematan pahlawan bagi rakyat Jepang yang tengah berusaha bangkit akibat tsunami ~ Norio Sasaki

 

≡ Gambar dari berbagai sumber

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.