Deddy Andaka dalam tulisannya, “Menonton Sepak Bola dan Penyakit Jantung” [www.andaka.com; 2008] memberi catatan pada Piala Dunia 2006 di Jerman.  Ketika Piala Dunia 2006, Dr. Ute Wilbert-Lampen dan tim, dalam jurnal kedokteran The New England Journal of Medicine [NEJM] yang berjudul “Cardiovascular Events during World Cup Soccer” atau “Kejadian Kardiovaskuler saat Piala Dunia” mencatat adanya serangan jantung akut didapatkan pada 4.279 orang pasien. Pada hari yang melibatkan tim tuan rumah Jerman didapatkan angka kejadian untuk serangan jantung meningkat 3,26 kali dibandingkan dengan angka kejadian pada periode kontrol untuk laki-laki.  Sedangkan pada wanita, angka kejadian meningkat 1,82 kali dibandingkan dengan angka kejadian pada periode kontrol.

nonton bola & serangan jantung

Para peneliti menyebutkan ketika menonton pertandingan yang penuh dengan tekanan [stres] dapat menimbulkan ketegangan otot jantung yang berujung pada kasus serangan jantung.  Penelitian di lakukan pada saat:

  • Jerman vs Costa Rika
  • Jerman vs Polandia
  • Jerman vs Ekuador
  • Jerman vs Swedia
  • Jerman vs Argentina
  • Jerman vs Italia
  • Jerman vs Portugal
  • pertandingan final Italia vs Prancis.

Penelitian menunjukkan, angka kejadian serangan jantung tinggi pada partai-partai krusial dan menentukan seperti ketika Jerman berhadapan dengan Argentina dan Italia. Namun ketika Jerman bermain pada pertandingan yang tidak begitu membuat stres seperti ketika berhadapan dengan Ekuador, angka kejadian menurun.  Begitu pula ketika Jerman berhadapan dengan Portugal untuk memperebutkan posisi ketiga dan keempat, pertandingan ini sudah dianggap tidak begitu menarik.  Pertandingan final yang tidak melibatkan tuan rumah juga tidak dianggap menarik sehingga tidak menimbulkan stres yang berlebih.

Karena itu, penelitian ini menyimpulkan: “Menonton pertandingan sepak bola yang penuh tekanan [stres] dapat meningkatkan resiko serangan jantung dua kali lipat.  Melihat risiko ini, pasien dengan riwayat penyakit jantung disarankan untuk melakukan usaha pencegahan seperti minum obat sebelum menonton pertandingan sepakbola karena hasilnya cukup bermanfaat.” [Referensi: Wilbert-Lampen et al. 2008. “Cardiovascular Events during World Cup Soccer,” The New England Journal of Medicine (NEJM) 358;5, 475-83. Accessed: June 8, 2008]

Itu baru membicarakan jantung, belum faktor-faktor lain seperti cidera, ditimpuki pentonton, atau dicaci maki.  Kalau bagi penonton sepak bola saja ada zona tak nyaman, apalagi yang main!

 

≡ Gambar dari berbagai sumber

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.