Multiple Players Holding Soccer Ball

Sepakbola adalah olahraga berkelompok yang menyenangkan yang dapat membuat tubuh menjadi bugar dan dapat digunakan untuk pencegahan berbagai penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup . Rasa kawatir Pria akan banyak berkurang saat bermain sepak bola daripada saat berolahraga lari. Sedangkan untuk wanita sepakbola menjadi cerita tersendiri bagi mereka dan membantu wanita tetap aktif .

Pernyataan di atas diambil dari beberapa hasil dari sebuah proyek penelitian sepak bola yang luas yang melibatkan lebih dari 50 peneliti dari tujuh negara . Para peneliti mempelajari aspek fisiologis , psikologis dan sosiologis dari sepak bola rekreasi dan saling membandingkannya . Dipimpin oleh Profesor Peter Krustrup dan Jens Bangsbo dari Departemen Exercise dan Soccer Science , University of Copenhagen , proyek 3 tahun ini meliputi beberapa penelitian yang melibatkan laki-laki , perempuan dan anak-anak , yang dibagi dalam kelompok sepak bola , berlari dan kelompok kontrol . Hasil dari penelitian ini begitu luar biasa dan oleh Scandinavian Journal of Medicine and Science in Sports mempublikasikan edisi khusus yang berjudul ” Football for Health ” yang berisi 14 artikel ilmiah dari proyek sepak bola.

soccer 2

Sepakbola untuk kesehatan

Para peneliti mempelajari efek fisik dari pelatihan sepak bola untuk mereka yang tidak pernah terlatih berusia 9 sampai 77 tahun. Kesimpulannya sangat jelas. Sepakbola berdampak positif untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Efek yang diberikan hampir sama dengan melakukan olahraga lari dan untuk beberapa bagian bahkan lebih baik.

Pemimpin para peneliti Peter Krustrup menyimpulkan bahwa “Sepakbola adalah olahraga bersama yang sangat populer yang berisi nilai motivasi dan nilai sosial yang sangat positif serta dapat memfasilitasi dan memberikan kontribusi pada pemeliharaan fisik dan gaya hidup aktif. Penelitian yang disajikan telah menunjukkan bahwa pelatihan sepak bola selama dua-tiga jam per minggu menyebabkan kardiovaskular yang signifikan, serta metabolisme dan adaptasi muskuloskeletal ”.

Profesor Jens Bangsbo melanjutkan:. “Efek dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama bahkan dengan berkurangnya frekuensi pelatihan untuk satu sampai dua kali satu jam seminggu. Sepak bola rekreasi, tampaknya menjadi tipe pelatihan yang efektif yang mengarah ke peningkatan kinerja dan efek menguntungkan dan signifikan bagi kesehatan, termasuk penurunan risiko penyakit kardiovaskuler, jatuh dan patah tulang. Dalam sejumlah kasus, pelatihan sepak bola tampaknya unggul daripada pelatihan lari. Pelatihan sepak bola juga dapat digunakan untuk mengobati hipertensi dan itu jelas unggul untuk saran pengobatan konvensional yang dipandu dokter “.

Kedua peneliti memperkirakan perspektif besar dalam menggunakan sepak bola sebagai kegiatan promosi kesehatan: “Penelitian telah meyakinkan dan menunjukkan bahwa pelatihan sepak bola efektif untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan untuk masyarakat umum Penelitian kedepan diperlukan untuk memahami apa yang menyebabkan sepakbola itu menguntungkan, efek sepakbola, bagaimana sepak bola juga dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan jantung pada anak usia dini dan bagaimana kelompok pasien lain seperti orang-orang dengan diabetes tipe II atau kanker bisa mendapatkan keuntungan dari bermain sepak bola “.

Sepakbola menjadi cerita tersendiri untuk wanita dan membuat mereka tetap aktif

Salah satu dari banyak aspek pada penelitian ini adalah untuk menguji tingkat modal sosial bagi perempuan yang diperoleh dari berlari dan dari sepak bola. Meskipun peserta pada kegiatan sepak bola dan kegiatan lari berlatih dalam kelompok, ada perbedaan yang signifikan dalam cara mereka berinteraksi dan apa yang mereka anggap sebagai aspek yang paling penting dari olahraga yang mereka lakukan. Para wanita pada olahraga lari lebih terfokus pada diri mereka sebagai individu, sedangkan para wanita di sepak bola bermain sebagai sebuah tim dan menciptakan cerita baru yang merupakan pengalaman kebersamaan mereka dalam sebuah tim.

“Temuan yang paling penting adalah perbedaan dalam interaksi sosial dan penciptaan cerita kelompok, yang dapat mempengaruhi kemungkinan kesetiaan jangka panjang. Setahun setelah penelitian, banyak wanita dari kelompok sepak bola terus bermain sepak bola, dan beberapa bahkan bergabung dengan klub sepak bola yang terorganisir. Tidak banyak dari peserta kelompok lari yang terus melanjutkan kelompok pelatihan mereka. Hal ini bisa sangat baik karena faktanya bahwa wanita di kelompok pelari memfokuskan tujuan kegiatan hanya pada kesehatan dan bentuk fisik yang didapatkan, sedangkan wanita pada kelompok sepak bola lebih berkomitmen untuk kegiatan bersama ini. Kegiatan sepakbola dirasa sebagai sesuatu yang menyenagkan dan para wanita tersebut dapat saling mendukung serta berbagi cerita dengan rekan satu kelompok mereka”. kata Associate Professor Laila Ottesen.

 

soccer_women

Saat bermain sepakbola pria lebih sedikit memiliki perasaan khawatir

Kelompok penelitian ini juga meneliti “penggunaan tenaga” yang terjadi selama melakukan latihan untuk orang dewasa yang tidak terlatih dan pengalaman perasaan mereka dalam hal “khawatir” dan “mengalir”. Penelitian ini, didasarkan pada 6 kelompok pria dan wanita tidak terlatih, hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kelompok merasa termotivasi, senang dan terlibat ke titik di mana mereka lupa akan waktu dan kelelahan. Tidak ada perbedaan dalam tingkat kekhawatiran bagi para peserta sepak bola wanita dan peserta lari wanita, tapi untuk para pria di kelompok lari tampaknya memiliki tingkat perasaan kawatir berlebih dibandingkan dengan kelompok pria yang berlatih sepak bola.

“Para pria yang bermain sepak bola memiliki tingkat perasaan kawatir yang lebih rendah dibandingkan rasa kawatir para pria di kelompok kegiatan lari. 2,8 vs 4,0 pada skala 0-6, dan meskipun mereka berlatih di detak jantung rata-rata yang sama mereka tidak merasa sedang mengerahkan tenaga sepenuhnya selama menjalankan kegiatan sepakbola.” kata Associate Professor Anne-Marie Elbe.

Tentang Proyek Penelitian ini

The project has received funding from, among others, FIFA – Medical Assessment and Research Centre (F-MARC), The Danish Ministry of Culture’s Sports Research Committee, United Federation of Danish Workers, TrygFonden, The Danish Football Association, Team Denmark and The Danish Sports Confederation.

 

 

 

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.