MEROKOK adalah salah satu musuh utama yang harus dikalahkan jika kita semua ingin melihat sepakbola Indonesia berprestasi di tingkat dunia. Akan ada pihak yang mendukung pernyataan tersebut, tetapi tim arahbola memprediksi bahwa pihak yang menentang pernyataan tersebut sangat banyak, hal ini dikarenakan budaya merokok di Indonesia sudah mendarah daging dan perusahaan rokok yang menjadi sponsor utama kegiatan sepakbola serta perusahaan yang mempekerjakan ribuan warga Indonesia tak akan mudah menahan atau bahkan mengurangi produksi rokok mereka. Dalam hal ini pemerintah Indonesia-pun akan sulit menetapkan kebijakan, karena pilar ekonomi Indonesia salah satunya adalah industri rokok. Tetapi kita semua sebagai warga Indonesia yang cinta Sepakbola harus ‘fair’ dan ‘tegas’ dalam hal ini, kita harus menerapkan sesuatu yang benar dan menekan, bahkan menghilangkan sesuatu yang salah. Apakah MEROKOK adalah sesuatu yang ‘BURUK’?

merokok

Iklan terbaru rokok di media cetak atau elektronik berbunyi “MEROKOK DAPAT MEMBUNUHMU”, pernyataan ini sangat singkat, tegas, dan penuh makna. Seperti diketahui di dalam sepuntung rokok terkandung 4000 bahan kimia berbahaya dan 400 diantaranya beracun serta dapat menyebabkan kanker. Berbagai macam penyakit dapat dihasilkan dari kebiasaan MEROKOK atau menghirup asap ROKOK. Penelitian menunjukan hampir 90% kasus kanker paru disebabkan oleh rokok, 40% perokok kemungkinan terkena kanker kandung kemih, perempuan yang mulai merokok pada usia 20 tahun dan 5 tahun sebelum hamil pertama kali beresiko besar terkena kanker payudara. 30% kematian kanker serviks akibat merokok, asap rokok merusak DNA dari sel-sel esofagus sehingga 80% perokok terkena kanker kerongkongan. Kanker pencernaan, kanker ginjal, kanker mulut adalah jenis-jenis kanker lain yang sangat mungkin terjadi pada perokok. Nikotin dalam asap rokok menyebabkan jantung bekerja secara abnormal sehingga dapat menyebabkan serangan jantung, juga penyakit jantung koroner disebabkan oleh rokok. Penyumbatan arteri serta penyakit pernapasan akan mudah terjadi akibat kebiasaan merokok. Impotensi, tekanan darah tinggi, gangguan penglihatan, katarak, sistem kekebalan tubuh yang lemah, noda gigi dan gusi. Anehnya walaupun banyak orang telah mengetahui tentang dampak buruk merokok tetapi masih banyak yang menyepelekan. Mungkin memang untuk menurunkan atau bahkan menghilangkan angka perokok aktif di Indonesia agak sulit tetapi mungkin sepakbola bisa menjadi salah satu alasan kuat kenapa masyarakat Indonesia harus berhenti merokok!

Merokok dapat membuat pemain sepakbola Indonesia tidak bisa berprestasi di tingkat dunia. Mungkin nanti kita memiliki pemain yang punya teknik tinggi, pemahaman taktik yang baik, serta bermental pemenang, tetapi kalau tidak di dukung dengan kebugaran fisik yang prima semua itu akan sia-sia. Penelitian menunjukan bahwa pemain sepakbola yang merokok atau menghirup asap rokok secara tidak langsung akan memiliki kebugaran fisik di bawah standar. Hal-hal negatif yang akan terjadi pada seorang pemain sepakbola yang merokok aktif ataupun pasif antara lain:

1. Menurunnya fungsi paru-paru, hal ini berdampak juga pada menurunnya stamina dan penampilan. Karena terganggunya persediaan oksigen di paru-paru maka pemain sepakbola akan cepat sekali mengalami kelelahan.

2. Terganggunya fungsi jantung. Merokok dapat menyebabkan penyumbatan saluran darah sehingga meningkatkan tekanan darah, akibatnya oksigen yang diterima oleh otot menjadi berkurang. Jika otot kekurangan oksigen maka ketahanan otot akan sangat lemah dan juga jantung sang pemain juga akan bekerja tidak normal.

3. Kerugian lain dari pemain sepakbola yang merokok aktif atau pasif adalah rentan mengalami cedera ringan ataupun berat. Hal ini dikarenakan rokok membatasi otot, jantung, dan otak untuk menerima oksigen dalam jumlah yang cukup. Secara langsung kondisi mental dan fisik akan melemah bersamaan, akibatnya pemain tidak bisa tampil maksimal dan mudah cedera. Untuk kasus pemulihan cedera juga akan memakan waktu yang lama karena merokok menyebabkan kekuatan tulang akan menurun perlahan, kemampuan tubuh untuk memperbaiki kulit, otot, ligamen, dan tendon juga melambat.

Kita semua pencinta sepakbola indonesia pasti sudah sering melihat pemain tim nasional kita yang tidak dapat berlari penuh selama 90 menit, rentan cedera, tidak kuat melakukan sprint pendek, ataupun kalah dalam adu badan. Jelas keterbatasan fisik yang demikian tidak dapat membawa indonesia berprestasi di tingkat dunia. Akan tetapi kita juga tak dapat langsung mempersalahkan pemain tim nasional untuk hal ini, karena untuk menjadi seorang pemain tim nasional membutuhkan waktu persiapan dan bertanding yang panjang dan semuanya itu dimulai dari proses persiapan fisik pada masa anak-anak dan remaja sang pemain.

akibat_rokokx

Bagaimana jika pada waktu anak-anak dan remaja calon-calon pemain tim nasional indonesia sudah mencoba rokok atau menjadi perokok pasif? Selain hasil akhir yang dicapai adalah standar fisik dibawah rata-rata seperti tiga hal diatas, penelitian membuktikan bahwa merokok pada usia anak-anak atau remaja akan membatasi fisik berkembang secara maksimal. Pemain sepakbola yang memiliki tinggi diatas rata-rata orang Indonesia, memiliki masa otot yang ideal, VO2max diatas 60, penglihatan yang jeli serta teliti, dan memiliki otak yang pintar mungkin akan sangat sulit kita dapatkan, karena rokok akan menghambat semua itu.

Lebih jauh lagi, bagaimana jika calon-calon pemain tim nasional kita saat bayi berasal dari keluarga yang ayah atau ibunya adalah seorang perokok? Singkat kata, mereka akan gagal dalam pencapaian fisik yang prima atau mempertahankan usia hidup mereka lebih lama. Mengapa demikian? Karena asap rokok sangat berbahaya bagi ibu hamil dan bayi, yang antara lain akibatnya adalah:

1. Keguguran pada janin

2. Kematian janin dalam kandungan

3. Pendarahan plasenta

4. Bayi prematur dan dalam kesehatan yang tidak stabil

5. Gangguan dan penyakit pernafasan pada bayi

6. Terganggunya perkembangan kecerdasan anak, baik motorik maupun kognitif

7. Terjangkitnya penyakit telinga

8. Meningkatkan resiko penyakit leukimia anak dua kali lipat

9. Meningkatkan resiko kanker otak pada anak hingga 20%

10. Sindrom kematian mendadak

Menteri Kesehatan Indonesia Bersatu, Nafsiah Mboi pernah berkata “Indonesia kapan mau juara dunia sepakbola? Jika angka perokok di Indonesia meningkat tajam mengacu pada Global Adult Tobacco Survey 2011! Pernyataan tersebut memang memiliki dasar yang kuat, karena hasil survey tersebut menunjukan bahwa presentase perokok di Indonesia adalah 67% laki-laki (sekitar 88 juta laki-laki), dan 5% wanita (sekitar 6 juta wanita). Sehingga saat ini dapat dikatakan hampir semua paru-paru orang Indonesia dari anak-anak sampai orang dewasa telah terkena racun nikotin dan hal itu yang sebenarnya menyulitkan Tim Nasional Sepakbola Indonesia dalam mengukir prestasi di tingkat dunia. Contoh sederhana dapat kita temui sehari-hari misalnya masih sangat banyak orang Indonesia merokok di tempat-tempat umum seperti terminal bus, stasiun kereta api, bandara udara, restoran, pasar, kantor, hotel, sekolah, di stadion sepakbola, dan bahkan di rumah sakit juga masih ada saja orang yang merokok. Belum ada kebijakan yang jelas dari pemerintah, padahal di negara-negara lain telah membatasi orang merokok di sembarang tempat karena bisa menambah angka perokok pasif dan menjadi contoh buruk bagi anak2 dan remaja yang akhirnya coba-coba untuk merokok.

rokokx

Siapapun yang “MEROKOK” entah dia adalah pemain sepakbola, penonton sepakbola, fans dan pencinta tim nasional Indonesia, Ayah dan Ibu di keluarga masing-masing, anak-anak SD, SMP, SMU, mahasiswa, presiden, menteri olahraga, pengurus PSSI, atau siapapun dia sedang melakukan sesuatu yang “BURUK” untuk kemajuan SEPAKBOLA INDONESIA. Merokok adalah sebuah kebiasaan buruk yang muncul dari budaya, pengaruh lingkungan dan keluarga, jika kita dapat menciptakan lingkungan bebas rokok serta keluarga-keluarga yang disiplin mengajarkan anak-anaknya untuk tidak merokok, maka angka perokok aktif ataupun pasif di Indonesia akan menurun. Kesukaan masyarakat Indonesia ada pada dua hal besar MEROKOK dan SEPAKBOLA, sekarang jika kita memilih SEPAKBOLA berjaya maka kebiasaan MEROKOK harus dikorbankan.

Referensi:

1. How does smoking affect performance, stackactive 2011

2. Kebiasaan merokok dan jebloknya prestasi timnas Indonesia, bola.net 2012

3. Smokehealth, netdoctor 2013

4. Global Adult Tobacco Survey 2011

 

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.