Cedera merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam semua olah raga (khususnya sepak bola) meskipun semua orang ingin memisahkannya.  Bahkan tidak jarang sebuah klub harus kembali menyibukkan diri di bursa transfer karena pemain andalannya cedera.  Arjen Robben mendapat julukan ‘Si Kaca’ juga karena kerentannannya terhadap cedera.  Berikut adalah 5 cedera paling laris yang terjadi dalam sepak bola dan penjelasannya.

footballtop5injuries

  1. Hamstring Sprain atau otot bagian paha yang sobek.  Cedera ini menyumbang hampir 40% cedera di Premier League pada musim 2004/2005.  Cedera ini diakibatkan oleh pemanasan yang kurang serta beban otot yang terlalu berat pada waktu berlari.
  2. Sprained Ankle atau lebih dikenal dengan cedera ‘engkel’ (terkilir).  Cedera ini biasanya diakibatkan salah pendaratan atau terbentur kaki lawan.  Untuk mencegahnya, pemain dapat melilitkan kain, ankle brace atau sebagainya untuk memperkokoh bagian ini.
  3. Knee Cartilage Tear atau sobeknya jaringan tulang rawan pada lutut.  Cedera ini biasanya terjadi waktu menumpu.  Tidak banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah cedera ini, namun otot Hamstring (lihat bagian 1) dan Quadriceps yang kuat akan dapat membantu pemain menghindari cedera ini.
  4. Hernia yaitu terjadinya tekanan pada daerah pelvis (pinggul bagian bawah, dekat selangkangan).  Meskipun pada awalnya rasa sakit akan berangsur hilang, biasanya cedera ini akan makin memburuk.  Cara pencegahannya adalah melatih otot pada bagian ini supaya mampu melawan tekanan yang ada.
  5. Anterior Cruciate Ligament (ACL) merupakan cedera yang tergolong sebagai cedera lutut.  ACL berada pada bagian sendi yang terdalam dari lutut.  Cedera ini biasanya terjadi pada waktu pendaratan sehabis melompat.  Biasanya orang yang mengalami cedera ini akan dioperasi dan akan melewatkan musim tersebut (sampai liga berakhir), karena biasanya pemulihan atas cedera ini berlangsung lebih dari 6 bulan.  Selain itu tidak menutup kemungkinan bahwa pemain yang pernah mengalami cedera ini akan mengalaminya lagi.

Cukup menakutkan bukan?  Namun tidak perlu kuatir, karena pemain yang hebat selalu akan punya resep jitu untuk menghindari cedera.  Salah satu pemain yang dapat kita contoh adalah Cristiano Ronaldo.  Banyak orang selalu membandingkannya dengan Lionel Messi.  Jika Messi dikenal seperti memiliki ‘bakat dari langit’, maka Cristiano Ronaldo diakui menjadi hebat karena kerja kerasnya.  Ia memiliki porsi latihan yang selalu lebih banyak dari rekan-rekan setimnya.  Selalu datang paling awal, pulang paling akhir, ia juga menambah porsi latihannya dengan lari atau yang lain paling tidak 2 jam sehari.  Tidak salah akhirnya ia memenangi Ballon d’Or, yang terjadi saat Messi mengalami cedera.  Mari kita intip resep dari Cristiano Ronaldo.

  1. Banyak minum air putih.  Usai pertandingan, Cristiano Ronaldo meminum air putih dalam jumlah yang banyak.  Hal itu dilakukannya demi mengganti cairan tubuh yang hilang selama pertandingan berlangsung.
  2. Melakukan Hydrotherapy.  Ronaldo tak terbiasa pergi berpesta atau langsung tidur setelah bertanding.  Ia akan pulang dan berendam selama 5 menit di air panas antara 38 hingga 44 derajat celcius.  Kemudian disambung dengan berendam di air dingin selama 3 menit.  Hal itu dilakukannya bergantian hingga memakan waktu sekitar 30 menit.  Hidroterapi dipercaya sangat ampuh untuk mengembalikan kebugaran.  Metode ini merangsang aliran darah, membantu sirkulasi, dan memiliki efek anti-inflamasi pada setiap memar yang didapatkannya selama pertandingan.
  3. Berenang.  Berendam air panas dan dingin saja tak cukup.  Setelah melakukan hidroterapi, Ronaldo akan berenang selama 20 menit di kolam pribadinya yang kedap suara.  Dengan begitu ia bisa merilekskan pikirannya.
  4. Berendam.  Setelah berenang, Ronaldo melanjutkan berendam di spa yang memiliki sirkulasi air tekanan tinggi demi menghilangkan ketegangan otot.
  5. Turkish Bath.  Selesai menjalani spa, Ronaldo akan menyambung ritualnya dengan Turkish Bath selama 5 menit.  Metode yang diterapkan di mandi ala Turki itu mirip dengan sauna, yakni diawali dengan relaksasi dalam ruang hangat yang memungkinkan orang untuk berkeringat dengan bebas.  Setelah mandi dan dipijat, kemudian dilanjutkan dengan relaksasi di ruang yang dingin.  Setelah menjalani ritual ini, Ronaldo mengaku selalu tertidur pulas.

Tentunya tidur yang pulas adalah cara pemulihan paling efektif.  Namun biasanya sehabis olahraga, adrenalin yang memacu detak jantung dan ledakan energi dalam tubuh masih tersisa, sehingga tidur tidak dapat nyenyak.  Ritual tersebut sebenarnya selain membuat relaksasi otot juga menghilangkan sisa Adrenalin serta mengembalikan metabolisme tubuh.

Selain terapi pasca-olah raga, yang tidak kalah penting adalah melakukan pemanasan yang cukup.  FIFA mengeluarkan panduan pemanasan FIFA 11+ akan menjadi panduan penting dalam melakukan pemanasan.

Referensi:

NN, “Top 5 Football Injuries”, Website, http://www.physioroom.com/sports/football/top_5_football_injuries_2.php, 23 Januari 2014

NN, “Rahasia Kembali Fit Usai Pertandingan Ala Cristiano Ronaldo”, Website, http://www.dewibola.com/off_the_pitch/berita-bola-menarik-rahasia-kembali-fit-usai-pertandingan-ala-cristiano-ronaldo-d4d9be/5.html, 23 Januari 2014



Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.