Setelah mengetahui fundamental dari teknik passing dan dasar-dasar teknik passing, berikut beberapa cara melatih untuk meningkatkan kemampuan dari teknik mengumpan:

1. Push pass (Inside foot)

Tujuan : Meningkatkan teknik mengumpan (push pass) dengan akurat (kecepatan bola dan arah bola pada target) pada jarak pendek.

drill push pass f

Konsep Pelatihan :

– Setiap pemain mencari pasangan (P1 dengan P3, P2 dengan P4) lalu berdiri saling berhadapan

– Jarak antar pemain diatur sekitar 10 – 20 meter.

– Pemain mengumpan satu sama lain dengan teknik push pass menggunakan kaki dalam (inside foot)  ke pasangan masing-masing

– Kecepatan mengumpan dilakukan secara variatif

– Setelah 10 kali saling mengumpan, pemain bertukar pasangan kemudian melakukan push pass lagi

Poin Pembelajaran :

A. Pemain fokus pada bola yang berada di kaki, tidak boleh mengalihkan pandangan terhadap bola

B. Kaki tumpuan berada 25 cm dari bola

C. Arah kaki mengarah pada target umpan

D. Mengumpan dengan kaki bagian dalam dan engkel atau pergelangan kaki terkunci pada arah target yang akan di umpan.

E. Tangan sedikit di ayunkan untuk menjaga keseimbangan tubuh

F. Kaki terus mengikuti arah bola dan tetap menjaga kekuatan umpan dengan ayunan kaki tepat pada bola.

Peningkatan Teknik :

Memberikan limit waktu, dalam 30 detik melakukan operan tanpa kesalahan. Kesalahan operan terbanyak dapat diberikan hukuman fisik seperti push up dan sebagainya yang disepakati.

2. 1-2 combination Pass

Tujuan : Meningkatkan teknik mengumpan 1-2 dengan akurat (kecepatan bola dan arah bola pada target) pada jarak pendek. Pemain dapat mengumpan 1-2 dengan satu sentuhan tanpa kesalahan.

combination pass f

Konsep Pelatihan

– Setiap pemain mencari pasangan  lalu berdiri berseberangan. Posisi pemain P1 dan P2 tidak sejajar, buat titik diagonal.

– Jarak antar pemain 5-10 meter.

– Pemain P1 meberikan umpan kepada pemain P2, lalu pemain P1 berlari pada titik P1′, dan menerima umpan dari pemain P2.

– Kecepatan mengumpan dilakukan secara variatif

– Pemain pada saat mengumpan tidak boleh mengenai cone, pada simulasi cone dianggap sebagai ‘lawan’.

Poin Pembelajaran

A. Pemain fokus pada bola yang berada di kaki, tidak boleh mengalihkan pandangan terhadap bola dan sedikit melirik untuk memperhatikan target yang akan di umpan.

B. Pemain memperhatikan posisi lawan (cone)

C. Arah kaki mengarah pada target umpan

D. Mengumpan dengan kaki bagian dalam dan engkel atau pergelangan kaki terkunci pada arah terget yang akan di umpan.

E. Umpan dilakukan dengan cepat dan berlari pada titik yang tidak terjangkau oleh lawan.

F. Kaki terus mengikuti arah bola dan tetap menjaga power umpan dengan ayunan kaki tepat pada bola.

Peningkatan Teknik

cone dapat di ganti oleh rekan setim, sehingga dapat memberikan tekanan (pressure) yang mendekati kenyataan terhadap pemain.

 

Referensi:

1. LA84, 2012, “Foundation Soccer Coaching Manual”

2. MF, 2012, “Kurikulum Metafootbal 2012”

 

 

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.