demi indonesia

Jika Indonesia ingin mencapai Piala Dunia, sebenarnya bukan hal yang mustahil.  Kita harus memiliki mimpi untuk menuju ke sana.  Mimpi tidak ada batasnya, namun realita memiliki batas.  Itulah sebabnya mengapa kita harus bermimpi sekaligus realistis meniti langkah demi langkah menuju ke sana.  Langkah realistis apa yang dapat ditempuh?

Coach Timo Scheunemann dalam bukunya “14 Ciri Sepakbola Modern” telah menuangkannya sejak tahun 2008.  Apa saja 14 kunci sepak bola modern itu, dan apakah dapat diterapkan dalam persepakbolaan di Indonesia?  Berikut kami ringkas dari buku tersebut.

1. Induk organisasi yang rapi

Timo mengatakan, bahwa sepenting-pentingnya pelatih, pengurus, juga pemain yang berkualitas, semua itu tidak sepenting sebuah sistem organisasi yang baik.  Karena semua negara yang maju persepakbolaannya mempunyai sistem organisasi yang rapi dan efektif sehingga pemain-pemain nasional mereka (untuk semua kategori dan umur) betul-betul adalah pemain-pemain yang paling baik yang mereka miliki.  Kuncinya adalah: penetapan sistem organisasi sepak

bola Indonesia, penerapan sistem tersebut, maka kemajuan akan dapat dilihat hasilnya.

2. Dukungan pemerintah yang total namun terbatas lingkup keterlibatannya

Harus ada sistem organisasi yang baku dan efektif, dan pemerintah terlibat secara sungguh-sungguh dan benar. Misalnya terlibat di dalam mendanai program kompetisi pusat dan daerah, menyediakan fasilitas umum baik untuk umum maupun pelajar, membangun stadion yang representatif, dsb.  Namun keterlibatan pemerintah dalam klub profesional, baik dalam pendanaan maupun kepengurusan adalah contoh keterlibatan yang salah.

3. Penerapan sistem bermain dari usia dini sampai tim senior secara rapi dan benar

Penerapan sistem bermain sejak usia dini harus tegas diterapkan. Sistem yang diterapkan harus jelas disetiap sekolah sepakbola  sehingga pemain berkembang dengan pola tersebut, saat bermain untuk tim nasional setiap pemain sudah tahu peran mereka masing-masing. Bagaimana dengan Indonesia? sampai saat ini sistem yang paling mendukung cara orang Indonesia bermain sepakbola adalah 4-4-2.

4. Tingginya tempo permainan

Ini sudah menjadi ciri sepak bola moderen.  Bola diumpan dengan cepat dari kaki ke kaki tanpa diolah secara bertele-tele.  Serangan otomatis silih berganti, sehingga membutuhkan ketahanan fisik yang tinggi.  Maka pemain harus tahu mengolah bola yang efektif dan kondisi fisik yang mumpuni.

5. Penekanan pada teknik dan skill individu

Karena permainan berlangsung dalam tempo tinggi dan tekanan terhadap pemain yang membawa bola demikian ketat, maka kemampuan pemain bola masa kini harus di atas rata-rata. Dengan demikian, porsi latihan teknik harus sangat menonjol dalam program latihan moderen. Mulai dari tempo pelan, sedang dan cepat; dengan tingkat kesukaran yang mudah, sedang dan susah.  Baik latihan tanpa lawan, dengan lawan yang 50% yang berusahan menggagalkan, hingga yang 100% ingin mengagalkan.

6. Penekanan pada penyelesaian akhir

Ini sangat penting dalam sepak bola moderen, karena tujuan utama serangan, umpan dan kombinasi serangan adalah menciptakan gol.  Baik latihan fisik atau teknik dikombinasikan dengan penyelesaian akhir.  Serangan harus ditutup dengan tembakan.

7. Penekanan pada situasi standar (bola mati)

Di Eropa, ternyata porsi pada situasi bola mati mendapat porsi pelatihan yang besar.  Baik untuk melatih tendangan penalti, tendangan bebas, penjuru, bahkan lemparan ke dalam.  Banyak gol terjadi dalam situasi bola mati.

8. Pelatihan mental sebagai bagian penting latihan

Suatu kali tim Jerman sedang berlatih panah saat Piala Dunia sedang berlangsung.  Ternyata ini adalah salah satu cara untuk melatih mental, berkaitan dengan mempertajam konsentrasi pemain.  Ada juga yang melatih mental dengan mengusir kejenuhan mereka dengan bermain bilyar, golf, menembak, catur, dll.  Mencoba melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya di bawah asuhan seorang yang profesional di bidangnya ternyata dapat melatih pemain mengikuti instruksi seorang pelatih.  Semua itu adalah bagian dari pelatihan mental.

9. Pengertian akan pentingnya belajar dari olah raga lain

Selain mengasah mental, melakukan jenis olah raga lain ternyata baik untuk melatih koordinasi pemain.  Tim Schalke 04 kadang bermain bola basket.  Di Eropa sering melakukan olah raga bola tangan.  Semua itu dilakukan untuk melatih koordinasi, selain mengatasi kejenuhan juga. Klinsmann, pelatih timnas Jerman bertukar pikiran dean pelatih timnas hockey Jerman, sedangkan Low dekat dengan pelatih bola tangan.  Untuk kecepatan, belajar dari cabang atletik.  Untuk stamina dasar dan power, dapat belajar dari cabang renang.

10. Pengertian tentang pentingnya team spirit atau kekompakan tim

Perbedaan kualitas antar tim-tim papan atas dunia, baik level klub atau timnas begitu tipis. Pengetahuan tentang pelatihan yang baik telah diketahui secara global.  Demikian juga pengetahuan mengenai jenis-jenis makanan, teknis,  taktik, semua diketahui secara merata.  Hal ini terjadi karena organisasi di negara-negara papan atas  tertata rapi dan fair.  Kekompakan tim, atau team spirit dalam seluruh jajaran mulai pemain, pelatih, pengurus, hingga supir bus dan koki terjalin baik.  Perlu dibangun respek kepada sesama, seperti: saling menyapa, tidak bergosip, kebiasaan mengucapkan terima kasih, meminta maaf kalau salah, memberi penghargaan, perlu dibiasakan.

fifa_fair_play_sq1-500x3321

11. Kesadaran akan pentingnya fair play

Permainan di tingkat dunia seperti Piala Dunia 2006, walau kadang terjadi namun jarang terjadi permaianan kasar atau curang.  Hal ini terjadi karena pemain sangat menghormati ajang Piala Dunia dan aturan FIFA semakin ketat.  Seluruh pemian, pelatih hingga penonton bekerja sama untuk menciptakan suasana sepak bola yang fair.

12. Pengertian akan pentingnya pengetahuan pendukung

Misalnya pengetahuan mengenai alat-alat terbaru yang mampu meningkatkan performa pemain, psikologi, pemahaman akan gizi, kedokteran, bahkan matematika.  Jadi, bukan hanya sekadar main bola, tetapi juga memiliki pemahamn yang baik akan pengetahuan pendukung.

13. Permainan cenderung menyerang atau ofensif sekaligus defensif

Dulu permainan sepak bola sangat mementingkan penyerangan bahkan dengan menurunkan lima penyerang sekaligus.  Pemain yang kurang jago diletakkan di belakang, dan yang hebat-hebat ditaruh di depan.  Namun sepak bola moderen selalu ada keseimbangan antara menyerang dan bertahan.  Dulu, cara menyerang yang terbaik adalah dengan bertahan.  Namun sekarang makin banyak pelatih memiliki filosofi bahwa menyerang adalah pertahanan yang terbaik. Artinya, pertahanan tidak diabaikan tapi justru dimaksimalkan dengan cara menyerang.

14. Komersialisasi sepak bola

Mau tidak mau, sepak bola sekarang memang berbau bisnis.  Karena kepopulerannya, para pemain sepak bola sering menjadi sarana promosi.  Ini lumrah, asal berupa produk barang dan jasa, bukan partai politik!  Jika memang dapat saling memberi keuntungan dan turut memajukan sepak bola, mengapa tidak?  Tentu saja jangan sampai mengabaikan kemurnian permaian sepak bola itu sendiri.

Itulah ringkasan sangat ringkas dari 14 ciri sepak bola modern, yang kiranya dapat menjadi bahan pemikiran kita pula untuk sama sama menjadi pelaku dan pengawas bagi perkembangan sepak bola nasional.  Mimpi harus ada, namun harus realistik.  Milikilah realistic dream, dan 14 hal ini dapat menjadi patokan agar kita memiliki tuntunan untuk melangkah.

Sumber:

Timo Scheunemann, 14 Ciri Sepakbola Modern – Sebuah Seruan Reformasi Total (Dioma, 2008).

Comments

comments

Tags

 

1 Comment

  1. wow infonya keren kak.. bener banget baru sadar gue..

    cara membuat website gratis

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.