Ternyata, walau hingga kini Brasil merupakan negara yang paling banyak menjuarai Piala Dunia, dan sepak bola tingkat dunia dengan pemain-pemain yang melimpah, sepak bola bukanlah produk asli Brasil.  Sejarah mencatat ada hidden hero dalam sejarah persepakbolaan negara penghasil kopi tersebut.

Tak disangka, keberadaan sepak bola di Brasil berasal dari Eropa.  Situs jejaring www.heraldscotland.com mengisahkan seorang laki-laki Skotlandia bernama Thomas Donohue.  Ia adalah seorang teknisi dari selatan Glasgow yang juga seorang pesepak bola.  Pada 1893, ketika berusia 31 tahun, ia tiba di Bangu dan bekerja di sebuah pabrik dekat Rio de Janeiro.

Di negara asing itu, Donohue tidak menemukan apa pun yang berhubungan dengan sepak  bola. Alhasil, ia membuat lapangan seadanya di dekat pabrik tempat ia bekerja untuk bermain sepakbola.  Ia mengajak pekerja lain dan bermain lima lawan lima, bahkan menyertakan pekerja kulit hitam yang biasanya terdiskriminasi. 

Dengan sepak bola, Donohue melawan diskriminasi dan mengangkat harkat hidup buruh kecil.

Meski demikian, sosok yang dikenal dunia sebagai bapak sepak bola Brasil adalah Charles William Miller, seorang yang lahir pada 24 November 1874 di Sao Paolo.  Ia adalah anak John Miller, teknisi rel kereta api asal Skotlandia. Pada 1884 ia dikirim orang tuanya untuk sekolah di Banister Court Public School, Southampton, Hampshire, Inggris.  Di sana, ia mengenal sepak bola dan kriket.

charles william 2

Charles William Miller bersama tim

Sambil sekolah, ia bermain sepak bola di klub Corinthians (inggris) dan klub St. Mary’s—yang kini bernama Southampton.  Ketika kembali ke Brasil pada 1894, ia membawa dua bola sepak dan buku aturan Hampshire FA.  Ia memprakarsai berdirinya São Paulo Athletic Club (SPAC) dan Liga Paulista sebagai liga pertama di Brasil. Saat itu, kemampuan Miller sungguh luar biasa.  Bahkan, ia mendapat julukan “Chaleira” berkat salah satu triknya: menendang bola dengan tumit.

Dalam keterikatannya yang kuat dengan sepa kbola Inggris, Miller, membawa klub-klub Inggris, seperti Southampton dan Corinthians, mengunjungi Brasil.  Karena itu pulalah, sejak 1910, ada klub bernama Corinthians di Brasil.  Pada 1988, diadakan pertandingan persahataban antara klub sepakbola Corinthians asal Inggris dan kloningnya dari Brasil; diperkuat legenda Brasil, seperti Socrates dan Rivelino, Corinthians Brasil menang tipis 1–0; dalam spirit fair play, Socrates bahkan sempat mau berganti kostum menjadi Corinthians Inggris.

brazil pray

Maka, sebagaimana sejarah sepakbola seperti di Spanyol, Portugal, Jerman, Italia, harus berterimakasih pada Inggris karena dari negara inilah sepakbola menjamur.  Tetapi lebih inti lagi, sih, jangan lupakan hidden hero-sejatinya.  Tuhan-lah yang mengatur sehingga Brasil dikenal sebagai negara sepak bola dunia.

≡ Gambar dari berbagai sumber

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.