Sebenarnya ”kerja keras” [KK] dan ”rendah hati” [RH] adalah saudara kembar.  Orang yang bekerja keras, hasil akhirnya seharusnya rendah hati.  Orang yang rendah hati justru merupakan pekerja keras.  Keduanya harus ada.

Jika KK – RH = sombong atau arogan, sedangkan RH – KK = minder; maka, keduanya dapat berintegrasi dengan TD [Tahu Diri].  Jika kita ”tahu diri” bahwa kita ini orang miskin, bahwa hidup dan segala kemampuan yang kita punya adalah karena anugerah semata, bahwa usaha kita didukung oleh banyak pihak, maka di puncak prestasi, kita selayaknya sadar bahwa jika tanpa rahmat, maka kita tidak ada apa-apanya.  Itulah Tahu Diri.

Jadi dalam semua hal yang kita kerjakan, lakukanlah semuanya sebagai ”si miskin.” Jika kita tahu diri bahwa diri ini asalinya miskin dan terbatas, justru dengan pemahaman inilah kita harus bekerja keras.  Si miskin yang berhasrat memeroleh pencapaian yang terbaik, pasti cara kerjanya lebih sungguh-sungguh dan total.  Namun, ketika keberhasilan diraih, jangan lupa bahwa kita masih miskin; masih banyak kekurangan, masih tidak sempurna.  Masih terlalu sedikit gol yang tercipta di tengah jumlah waktu yang tersedia dalam hidup kita.  Di sinilah Kerja Keras [KK] dan Rendah Hati [RH] bertemu dengan Tahu Diri [TD], sebagai perantara.

Tanpa TD, orang yang arogan pasti tidak mau bersyukur. Sedangkan orang yang Tahu Diri selalu memandang prestasi sebagai kurnia.  Entah di lapangan hijau, maupun di lapangan kehidupan, rumus hidupnya tetap sama: KK  –  TD =  RH.

mia-hamm

Mia Hamm pemain sepakbola wanita asal Amerika Serikat

Confidence harus terus menerus dipupuk, seperti tempat tidur [yang harus dibereskan tiap hari], demikian juga confidence, harus diperbaharui setiap hari ~ Mia Hamm

 

≡ Gambar dari berbagai sumber

Comments

comments

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 
 
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.